Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBELUM 2015, warga Nusa Tenggara Timur rela berjalan melintasi perbatasan di Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, berbatasan dengan Distrik Bobonaro, Timor Leste. Warga pun ramai-ramai berfoto di depan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Timor Leste. Namun kemudian, pemerintah Indonesia membangun PLBN di Motaain sejak 5 November 2015 dengan biaya Rp82 miliar. Motaain kini menjadi PLBN termegah di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Bangunan PLBN Motaain ini memiliki dua lantai, mengadopsi bentuk atap rumah Matabesi, rumah tradisional masyarakat Belu.
Kepala Desa Silawan, Ferdinandus Mones Bili, mengatakan setiap hari warga dari berbagai daerah yang kebetulan berkunjung ke Belu selalu mampir ke Motaain untuk berfoto. "Sebelum PLBN ini dibangun, warga yang berkunjung ke Motaain memilih berfoto di PLBN Timor Leste, tapi sekarang berbalik. Mereka lebih senang memilih berfoto di PLBN Indonesia karena lebih megah. Itu yang membuat warga di sini bangga," kata Ferdinandus kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Dia minta bangunan yang megah di perbatasan tersebut mesti ditunjang pembangunan ekonomi masyarakat setempat sehingga ada keseimbangan. Pasalnya, banyak warga di wilayah itu masih menempati rumah tidak layak huni dan kekurangan air bersih. PLBN Motaain meliputi zona inti yang terdiri dari gerbang lintas batas negara (Tasbara) dan pos jaga, karantina tumbuhan dan hewan, pemeriksaan imigrasi, jembatan timbang, pemeriksaan X-ray kendaraan, bea dan cukai, dan lambang negara Indonesia. Untuk zona sub-inti dan pendukung terdiri dari Wisma Indonesia dan mes karyawan serta sarana pendukung lainnya. Akses jalan menuju PLBN Motaain terdiri dari dua jalur dengan lebar masing-masing 4 meter.
Gedung PLBN ini sudah dioperasikan sejak November lalu, menggunakan sistem CIQS (custom immigration quarantine security/bea dan cukai, imigrasi, karantina, dan keamanan), menunggu diresmikan Presiden Joko Widodo pada 28 Desember nanti. Sebelumnya, Pelaksana Proyek PLBN Motaain, Benediktus Sitinjak, mengatakan gedung PLBN Motaain sudah diserahkan ke pemerintah sejak 26 Oktober 2016. Sesuai rencana peresmian PLBN Motaain disatukan dengan dua pos lintas batas yang juga berbatasan dengan Timor Leste, yakni PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka yang berbatasan dengan Distrik Covalima. PLBN Motamasin dibangun di atas lahan seluas 11,29 hektare dengan biaya Rp145 miliar.
Satu pos lagi, yakni PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara, berbatasan dengan Distrik Oekusi. PLBN Wini dibangun di atas lahan seluas 4,42 hektare, menelan anggaran sebesar Rp136 miliar. Atap bangunan utama mengadopsi atap rumah tradisional setempat. Bedanya dengan dua PLBN lain ialah PLBN Wini menggunakan batu merah sekaligus sebagai upaya menerapkan konstruksi hijau. (PO/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved