EKO Nurhadi, 35, pendaki yang jadi korban kebakaran di puncak Gunung Lawu, meninggal dunia, kemarin. Pria asal Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, itu menderita luka bakar dan sudah lebih dari satu minggu dirawat di RSUP dr Soetomo, Surabaya. "Dengan satu lagi meninggal berarti korban meninggal akibat kebakaran hutan di puncak Gunung Lawu jadi delapan orang. Yang tujuh meninggal saat terjadi kebakaran, dan satu lagi setelah menjalani perawatan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magetan Agung Lewis, kemarin.
Saat ini, satu korban kebakaran Gunung Lawu masih dirawat di RSD Solo, yakni Novi Dwi Istiwanti, 15. Adapun, ketujuh korban yang sudah berhasil diidentifikasi sudah diserahkan kepada keluarga mereka. Pemprov Jawa Timur, kemarin, memutuskan untuk menutup semua jalur pendakian di sejumlah Gunung yang kini masih dilanda kebakaran. "Situasinya sangat tidak menguntungkan bagi pendaki. Sesuai prosedur, untuk sementara semua gunung ditutup dulu," papar Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.
Gunung yang terbakar di Jatim terdiri dari Gunung Lawu, Gunung Semeru, dan Gunung Penanggungan. Untuk mengatasi kebakaran, Soekarwo sudah meminta BPBD Jatim mengerahkan relawan. "Soal dana tidak terbatas yang penting penanganan bisa secepatnya." Di Jawa Tengah, kebakaran hutan Gunung Merbabu telah menghancurkan ribuan pohon hasil reboisasi pada 2006.
"Kebakaran tahun ini sangat besar, dan lebih besar dibandingkan peristiwa serupa tahun 1991 silam," ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Wisnu Wibowo. Menurut dia, untuk mengembalikan lingkungan yang terbakar agar menjadi penuh dan hijau lagi, membutuhkan waktu sedikitnya 10 tahun. Perhutani Ciamis, Jawa Barat, juga telah mengaktifkan kembali tim pemadam kebakaran hutan. "Kami menyiapkan tim dan sistem peringatan dini untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaran hutan," kata Kepala Administratur Perhutani Ciamis, Bambang Juriyanto.