Empat Daerah Kembangkan E-Katalog

(RF/N-3)
27/12/2016 01:30
Empat Daerah Kembangkan E-Katalog
(Ist)

PROVINSI Bangka Belitung bersama tiga provinsi lain di Indonesia mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk mengembangkan katalog elektronik (e-katalog) lokal sebagai ciri khas daerah. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Yuswandi A Temenggung, mengatakan provinsi yang ia pimpin saat ini bersama Provinsi Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Riau diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk mengembangkan e-katalog lokal.

"E-katalog lokal merupakan salah satu display elektronik yang mengedepankan ciri khas suatu daerah. Contohnya pengadaan pakaian adat dan bibit lada, hanya dibutuhkan mencari katalog dulu. Jadi, tidak perlu proses lelang dari A sampai Z," jelas Yuswandi, Senin (26/12). Lebih lanjut, Yuswandi mengatakan bila ada konsumen ingin membeli pakaian adat atau lada, tidak perlu ada tender lagi. "Mereka cukup melihat katalog lokal, sudah bisa dibeli," tambahnya.

Nantinya, lanjut Yuswandi, apa saja yang sudah dimasukkan ke e-katalog lokal akan dimasukkan ke e-katalog nasional. Dengan demikian, daerah lain bisa melihatnya dan tertarik untuk membeli. Pemerintah Provinsi Bangka Belitung baru akan melaksanakan e-government dengan beragam layanan daring, seperti e-government, e-budgeting, e-reporting, dan e-katalog lokal pada 2017. "Semuanya telah kami siapkan untuk bisa dilaksanakan pada 2017. Ini semua demi mewujudkan pemerintahan yang baik dan transparan," pungkasnya.

Pemakaian e-katalog lokal ini lebih efisien dari segi waktu dan biaya serta lebih sederhana. "Kalau sebelumnya pembeli harus datang ke instansi untuk mengikuti proses lelang yang kadang memakan waktu lama, sekarang semua bisa dilakukan hanya dengan memanfaatkan aplikasi yang sudah tersedia," tambah Yuswandi. Risikonya jauh lebih kecil daripada mengikuti proses lelang konvensional, yang dikhawatirkan bisa menimbulkan kecurangan dan korupsi. "Kalau lelang ada kalanya sering terjadi pertemuan yang memicu terjadinya praktik kolusi dan korupsi," ujarnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya