Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MULYANTO bersama Slamet membawa tangga menuju halaman Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purwokerto, Jawa Tengah (Jateng). Mulyanto menata pernik-pernik agar tatanan sapu lidi yang telah terbentuk itu menjadi pohon Natal yang sempurna. Lampu yang melingkari pohon Natal itu mulai dinyalakan. Kerlap-kerlipnya menambah indahnya pohon Natal unik tersebut. “Pohon Natal yang berbahan sapu lidi tersebut sudah mulai dibentuk sejak sepekan lalu. Sekarang sudah tinggal memasang pernik-pernik serta lampu. Jadi, sudah hampir rampung setelah selama seminggu menata sapu-sapu lidi,” ungkap Mulyanto, Slamet menambahkan pembuatan pohon natal itu membutuhkan ketelitian agar sapu-sapu lidi dapat terpasang dengan rapi. “Jadi, sebelum dipasangi sapu lidi, dibentuk rangka terlebih dahulu. Setelah itu, sapu lidi ditata. Diameter dari pohon sekitar 1,5 meter dengan ketinggian hingga 5 meter. Paling atas dipasang tanda salib,” katanya.
'
Pendeta GKJ Purwokerto Daniel Agus Haryanto mengatakan sapu-sapu lidi yang dibentuk menjadi pohon Natal tersebut dikumpulkan dari para jemaat. Untuk membuat pohon Natal, dibutuhkan sekitar 600 sapu lidi. “Sudah sekitar sebulan lalu kami mengumpulkan sapu lidi dari jemaat. Kalau dihitung, ada sekitar 600 sapu lidi kecil yang kemudian ditata sedemikian rupa membentuk semacam pohon Natal,” ungkapnya.
Ia mengatakan ide pertama kali ini muncul sebagai bagian dari keprihatinan. “Kami prihatin karena seakan-akan dalam beberapa waktu belakangan persatuan dan kesatuan seperti terkoyak. Karena itu, kami ingin kembali menggelorakan persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan,” tandasnya.
Salah satu simbol persatuan dan kesatuan ialah menyatukan lidi menjadi sapu yang disatukan dengan suh. Suh adalah pengikat lidi agar dapat menjadi sapu. Jika dalam iman Kristen, suh atau pemersatunya ialah kasih, sedangkan dalam kehidupan bermasyarakat, pemersatunya ialah Pancasila.
Menurut Daniel, seusai Desember, sapu-sapu yang digunakan untuk pembuatan pohon Natal dibagikan untuk umat lainnya. “Kami menyiapkan sejumlah sapu lidi untuk kami berikan secara simbolis kepada umat beragama lain. Di antaranya Islam, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kami memberikan sapu lidi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan umat beragama terutama di Banyumas,” ujarnya.
Daniel mengakui pohon Natal yang dibuat di GKJ Purwokerto tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya pohon Natal biasa saja, dari pohon cemara atau pohon Natal imitasi, tahun ini pohon Natal dibentuk secara berbeda.
“Kami ingin berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, pohon Natal sengaja dibentuk dari sapu lidi, yang secara simbolis untuk penguatan persatuan dan kesatuan bangsa. Kami juga ingin mengingatkan jemaat di gereja ini yang berjumlah sekitar 1.700 jemaat untuk terus menggelorakan semangat persatuan dan kebinekaan,” tandasnya. (LD/S-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved