Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memutuskan tidak mengevakuasi warga Kalimantan Tengah, khususnya anak-anak dan perempuan, ke luar daerah meski kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan di daerah itu semakin pekat.
Langkah tersebut diutarakan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat ikut kunjungan Menko Polhukam Luhut Pandjaitan ke Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, kemarin.
Menurutnya, korban kabut asap akan dipindahkan ke tempat-tempat evakuasi di dalam kota yang dilengkapi berbagi fasilitas, antara lain penjernih udara (air purifier).
Sebanyak 1.000 unit alat itu dikirim ke Kalteng dan diharapkan tiba hari ini.
"Jadi yang digariskan Presiden ialah warga tidak harus dievakuasi ke luar daerah. Kami sudah melakukan koordinasi dengan pejabat daerah dan di Palangkaraya ada tujuh lokasi untuk evakuasi, tiga di antaranya sudah digunakan dalam tiga bulan ini," ujar Khofifah.
Seusai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Jakarta, Jumat (23/10), Menko Polhukam menjelaskan tiga skenario evakuasi anak-anak dan perempuan korban kabut asap.
Pertama, evakuasi tetap di dalam kota, kemudian dipindahkan ke kota terdekat yang udaranya jauh lebih baik, serta terakhir dipindahkan ke kapal TNI-AL dan Pelni.
Dalam rapat koordinasi dengan Luhut di Pulang Pisau, kemarin, Dansatgas Tim Terpadu Penanggulangan Kabut Asap Danrem 102/Panju Panjung Kolonel Purwo Sudaryanto menyatakan telah menyiapkan sejumlah daerah untuk evakuasi.
Warga Palangkaraya dan Pulang Pisau, misalnya, akan diarahkan ke Kapuas.
"Kalau Kabupaten Katingan diarahkan ke Seruyan karena udaranya cukup bersih. Seruyan memiliki landasan yang memudahkan distribusi bantuan. Lamandau yang berbatasan dengan Kalimantan Barat bisa pula untuk evakuasi," tutur Purwo.
Tempat evakuasi juga telah disiapkan Dinas Kesehatan Riau, yakni gedung di Jl Diponegoro dan aula Gedung Dinas Cipta Karya di Jl SM Amin Panam, Pekanbaru, untuk menampung korban asap, utamanya balita, anak-anak, dan perempuan.
"Ini sesuai perintah Presiden agar setiap daerah terdampak kabut asap menyiapkan lokasi evakuasi warga yang kondusif," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau Andra Sjafril.
Sampai Jakarta
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kian luas menyebar.
Bahkan, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pantauan satelit Himawari menunjukkan asap tipis-sedang menutup Laut Jawa dan sebagian Jakarta, kemarin.
Kepala BMKG Andi Eka Sakya mengatakan hal itu terjadi karena arah angin di lapisan atas bergerak ke selatan, yakni Pulau Jawa dan sekitarnya, sedangkan di lapisan rendah, arahnya menuju ke berbagai wilayah bagian barat dan barat laut.
"Kita melihat itu mulai dari kemarin siang dan tidak perlu dikhawatirkan. Justru, angin yang menuju ke selatan itu merupakan tanda-tanda transisi musim kemarau ke hujan."
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menuturkan sebaran asap sulit diprediksi karena tergantung arah angin.
Namun, di luar enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan, kabut asap tak perlu terlalu dikhawatirkan.
Dengan skala yang demikian luas, Sutopo menandaskan, kebakaran hutan dan lahan tidak mungkin bisa dipadamkan dalam waktu sepekan.
(Mut/LN/RK/SL/X-9)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved