Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SUARA tangisan memecah kegelapan di sepanjang lorong Gang Abadi di Jalan Tanjung, Pekanbaru, Provinsi Riau. Dalisa, bocah berumur dua tahun, menjerit sejadi-jadinya.
Anak pasangan muda Dedy dan Rahayu itu menangis bukan lantaran lapar, melainkan karena listrik yang padam berjam-jam.
Dari pukul 13.00 berlanjut hingga pukul 19.00 WIB, listrik tiada kunjung menyala.
Di tengah kepungan kabut asap yang menggila dengan level berbahaya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) memadamkan listrik untuk wilayah Riau selama 3 x 2 jam atau sekitar 6 jam sehari.
Sebelumnya sudah sekitar empat bulan PLN telah melakukan pemadaman bergilir secara sporadis selama 2 jam sehari dengan alasan kekeringan.
"Defisit daya untuk Riau saat ini bertambah dari 30 Mw menjadi 60 Mw akibat gangguan PLTU Ombilin unit 1 dan 2 sebesar 145 Mw dan PLTMG Payosilincah Jambi 50 Mw," ungkap Humas PLN wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) Nasri di Pekanbaru, kemarin.
Karena itu, lanjut Nasri, jadwal pemadaman yang sebelumnya telah diumukan di media sudah tidak sesuai lagi.
Sebelumnya pemadaman diberlakukan selama 2 jam hingga 4 jam sehari.
"Pola pemadaman saat ini bertambah menjadi 2 sampai dengan 3 x 2 jam sehari di area Pekanbaru, Dumai, dan Rengat, serta Teluk Kuantan," ungkap Nasri.
Dia menambahkan gangguan tersebut mulai muncul terhitung sejak Jumat (23/10) siang.
"Sampai kini belum diketahui informasi kapan bisa pulihnya," imbuh Nasri.
Sementara itu, Pekanbaru seperti kota tidak layak huni.
Pemadaman listrik tidak pandang bulu, dari permukiman elite hingga ke kawasan pinggiran yang dihuni masyarakat bawah.
Bahkan sepanjang Jalan Sudirman yang merupakan pusat perkantoran dan perumahan pegawai Gubernur Riau tampak gelap gulita pada malam hari.
Hal serupa juga terjadi di kawasan bisnis, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan HR Subrantas, dan Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru.
Sejumlah warga Kota Pekanbaru pun mengeluhkan pemadaman bergilir yang telah berlangsung selama empat bulan terakhir di Riau.
Warga yang sebagian besar bukan berasal dari kalangan mampu itu mengeluh karena tidak tahu mau mengungsi ke mana lagi.
"Saat mati lampu kami tidak tahu harus mengungsi ke mana lagi. Pos kesehatan selalu tutup dan kosong. Puskesmas hanya buka sampai siang hari. Kalau ke rumah sakit kami takut tidak bisa membayar. Entah ke mana negara ini," ujar Dedy.
"Sudah ada tiga kali listrik padam. Padahal, asap sangat pekat dan kami tidak bisa berlindung di rumah karena listrik mati. Lengkap sudah penderitaan rakyat Riau yang tiada listrik dan diracuni kabut asap," ujar Munir, warga Jalan Tanjung, Sukajadi, Pekanbaru.
Derita warga Bumi Lancang Kuning yang dibekap asap belum akan berakhir.
Impitan kesulitan bertambah dengan krisis listrik yang belum berujung pula.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved