Tiga Skenario Evakuasi Korban Asap Disiapkan

Pol/Ric/DY/SS/X-9
24/10/2015 00:00
Tiga Skenario Evakuasi Korban Asap Disiapkan
Seorang perempuan menuntun anak melewati tangga dengan udara yang menguning akibat kebakaran hutan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (22/10).(AFP/WISANGGENI)

DI tengah situasi yang kian memburuk akibat kebakaran dan hutan, pemerintah melakukan operasi kemanusiaan untuk membantu rakyat yang terpapar kabut asap.

Tiga skenario untuk mengevakuasi warga, terutama anak-anak dan perempuan, pun disiapkan.

Dalam rapat terbatas di Istana Presiden, Jakarta, kemarin, Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah akan melakukan segala upaya untuk menangani bencana kabut asap.

Ia menginstruksikan menteri-menteri terkait bergerak cepat.

Kepada Menkes Nila F Moeloek, misalnya, Jokowi menginstruksikan turun langsung ke lapangan dan mendirikan posko kesehatan yang mampu melayani masyarakat 24 jam.

"Para dokter dan paramedis harus siaga. Perbanyak tempat evakuasi yang dilengkapi penyaring udara, terutama untuk anak-anak dan bayi," tegasnya.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga diminta menyiapkan tempat evakuasi dan mengamankan logistik.

Untuk mencegah kebakaran lahan terulang, Jokowi antara lain menginstruksikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya untuk tidak memberikan izin baru pengelolaan lahan gambut.

Menko Polhukam Luhut Pandjaitan yang ditunjuk sebagai koordinator penanganan bencana asap mengatakan ada tiga skenario evakuasi.

Pertama, anak-anak dan perempuan akan dipindahkan ke tempat lebih aman.

"Kantor-kantor pemerintah akan disulap menjadi tempat evakuasi. Menteri Sosial punya fasilitasnya, tinggal diperbaiki."

Apabila langkah itu tak cukup, imbuh Luhut, korban akan dievakuasi ke kota terdekat yang udaranya jauh lebih baik.

Skenario terakhir ialah memindahkan mereka ke kapal. Saat ini enam unit kapal perang TNI-AL serta dua kapal Pelni sudah disiagakan.

Pemprov Kalimantan Selatan pun menyiapkan sejumlah lokasi penampungan korban asap asal Kalimantan Tengah yang hendak mengungsi.

Penampungan berlokasi di Kabupaten Barito Kuala dengan kapasitas 3.500 orang.

Asap yang kian pekat memicu eksodus warga Palangkaraya, Kalteng, ke Banjarmasin, Kalsel, dan sekitarnya yang berjarak sekitar 4 jam perjalanan darat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya