Warga Bandung Aman Beribadah

(BY/N-3)
21/12/2016 01:45
Warga Bandung Aman Beribadah
(MI/ANGGORO)

PEMERINTAH Kota Bandung, Jawa Barat, menjamin seluruh warganya aman menjalankan peribadatan dan tidak perlu takut ada pihak-pihak yang mencoba menghalangi. “Pemerintah memastikan perlindungan terhadap kegiatan keagamaan karena hal ini dijamin undang-undang,” tegas Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) saat menghadiri seminar kerukunan umat beragama yang digelar di Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Bandung, Selasa (20/12).

Hadir dalam acara itu Kapolres Kota Besar Bandung AKB Hendro Pandowo, Kepala Kanwil Kemenag Kota Bandung, dan perwakilan dari setiap agama. Dalam seminar itu juga ditandatangani nota kesepahaman to-leransi antarumat beragama dan peresmian Satuan Tugas Toleransi Lintas Agana Kota Bandung. Ridwan menegaskan pelaksanaan ibadah merupakan hak setiap warga negara sehingga negara akan hadir untuk melindunginya. Aparat keamanan serta seluruh unsur lain akan memberikan jaminan penuh selama kegiatan keagamaan berjalan sesuai aturan.

“Indonesia negeri beragam. Lahir lebih 700 bahasa, banyak suku bangsa. Kita harus ingat. Jika tidak bisa bersaudara dalam keimanan, bersaudaralah dalam kemanusiaan,” katanya. Lebih lanjut, Emil kembali menegaskan setiap warga negara tidak perlu takut dalam menjalankan kegiatan keagamaannya. Satgas To-leransi Lintas Agama Kota Bandung akan lebih menjamin peribadatan setiap warga.

“Jika ada warga Bandung punya kegalauan, kerisauan, kecemasan (keberagamaan) oleh sesuatu, silakan nanti kontak Satgas Toleransi ini. Ini sebagai ekstra perlindungan terhadap keyakinan beribadah di Kota Bandung,” tambahnya. Pada kesempatan itu Kepala Kanwil Kemenag Kota Bandung Yusuf Umar mengatakan satgas terdiri atas unsur seluruh agama yang ada. Selain unsur kepemudaan, di dalamnya terdapat juga organisasi keagamaan dari Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Satgas tersebut nantinya akan mendapat pembinaan dari Kapolres. “Satgas membantu pemerintah dan kepolisian untuk pengamanan, keamanan pelaksanaan ibadah setiap agama,” kata Yusuf. Tugas satgas tersebut berbeda dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). “FKUB itu merupakan ajang komunikasi bagi umat beragama,” tegasnya. (BY/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya