ANGKA kejahatan di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, cenderung tinggi dan meningkat.
Harta benda mahasiswa, khususnya, sepeda motor, menjadi sasaran pelaku kejahatan.
"Dalam satu hari bisa terjadi lima kali kejadian kehilangan sepeda motor dengan korban seluruhnya mahasiswa. Kami akan berusaha menekan angka kejahatan ini sehingga masyarakat bisa tenang," janji Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono, di Bandung, kemarin.
Jatinangor dikenal sebagai kawasan pendidikan dengan jumlah mahasiswa mencapai ribuan.
Di wilayah ini terdapat empat perguruan tinggi, yakni Institut Koperasi Indonesia, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
Hanif, salah satu korban, menilai pelaku kejahatan di Jatinangor sangat profesional.
"Gerbang kos selalu digembok, garasi sepeda motor juga berpintu teralis dan digembok. Motor saya juga dikunci setang dan gembok rantai, tapi penjahat tetap bisa mencurinya," papar pemilik Yamaha V-ixion itu.
Tidak hanya sepeda motor milik Hanif yang disambar penjahat.
Malam itu, sepeda motor milik temannya juga raib di rumah indekos yang sama.
Masih di malam yang sama, ternyata juga ada tiga sepeda motor yang hilang dari rumah indekos yang berada tidak jauh dari tempat Hanif tinggal.
Semalam, para penjahat itu menyikat lima sepeda motor.
Saat menanggapi kejadian itu, Sulistyo berjanji Polda Jawa Barat akan segera menurunkan tim khusus untuk memburu para pelaku kejahatan di Jatinangor.
"Kami menduga ada satu atau dua kelompok pelaku kejahatan yang beroperasi di sana. Polda akan segera menurunkan tim untuk mengejar mereka."
Kepada para mahasiswa, dia berharap mereka lebih peduli dengan keamanan sekitar, dimulai dari lingkungan terdekat.
Mahasiswa harus lebih berhati-hati dan tidak keluar terlalu sering saat sudah larut malam.
Kepala Polsek Jatinangor Ajun Komisaris Cecep Tatang menambahkan, pihaknya terus-menerus melakukan operasi untuk menekan tingkat kejahatan terutama pencurian kendaraan bermotor.
"Setiap pekan, kami selalu mengadakan operasi rutin."
Selain operasi statis, polsek juga terus-menerus menggelar patroli keliling rutin ke setiap pelosok di Jatinangor.
Hanya, lanjut dia, masyarakat seharusnya juga lebih peduli terhadap harta benda mereka.
"Keteledoran warga menjaga sepeda motor dan harta benda mereka menjadi faktor utama tingginya angka kejahatan di Jatinangor ini."
Selain mahasiswa, Kapolsek juga mengajak para pemilik rumah indekos untuk berperan aktif menjaga keamanan dan harta benda penghuninya.
Mereka juga wajib memberikan perlindungan kepada para mahasiswa.
"Mari bersama-sama menjaga keamanan, dengan tidak memberikan kesempatan kepada penjahat melakukan tindak kejahatan," tandas Cecep.