Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
"HASIL rontgen di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru menunjukkan paru-paru anak saya penuh asap. Kata dokter, ia meninggal karena kekurangan oksigen," ungkap Eri Wirya, ayah Ramadhani Lutfi Aerli.
Ramadhani, 9, meninggal pada Rabu (21/10) setelah sempat tidak sadarkan diri selama 12 jam akibat terlalu lama menghirup udara buruk akibat bencana kabut asap yang merundung Pe-kanbaru, Riau, empat bulan terakhir.
Ramadhani tidak sendirian. Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam jumpa pers di Kementerian Kesehatan, kemarin, menyatakan 10 orang meninggal secara tidak langsung akibat asap.
Mayoritas korban, menurut Nila, meninggal karena memiliki penyakit kronis.
"Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memperberat penyakit mereka," tegas Menkes Nila.
Jika kondisi itu terus dibiarkan, akan lebih banyak lagi korban berjatuhan.
Menurut data Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan, akibat kabut asap, hingga akhir September ada 272.001 orang terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Angka itu bertambah sekitar 500 orang setiap pekan.
Karena itulah, pemerintah bergegas turun tangan. Langkah prioritasnya ialah dengan mengevakuasi korban kabut asap khususnya bayi dan anak-anak.
"Pemerintah sedang berkoordinasi dan mencari jalan untuk mengevakuasi bayi dan anak-anak korban asap ke tempat yang aman," kata Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, kemarin.
Pilihan evakuasi yang diambil ialah membawa korban ke tempat-tempat dengan batas indeks standar pencemar-an udara (ISPU) yang aman.
Selain itu, dipertimbangkan pula menggunakan kapal-kapal perang TNI-AL dan kapal Pelni untuk menampung para warga sampai situasi kembali normal.
"Kami akan mengidentifikasi setiap ruang untuk melindungi anak-anak. Dalam dua hari ini akan kami informasikan langkah-langkah yang diambil pemerintah," kata Luhut.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa bahkan tidak menutup kemungkinan evakuasi dilakukan ke luar provinsi jika memang di provinsi tersebut tak ada lagi tempat yang sehat.
Kementerian Sosial, misalnya, sudah menyiapkan gedung Balai Diklat Kemensos di Banjarmasin, Kalsel, untuk korban asap di Kalimantan Tengah, khususnya anak-anak.
"Bangunan ada dua dan bisa menampung hingga 250 kepala keluarga," ujar Mensos.
Bencana kemanusiaan
Bencana kabut asap yang tidak kunjung berakhir membuat sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menyeru negara untuk menyatakan bencana asap sebagai bencana kemanusiaan.
UGM juga memprediksi frekuensi dan intensitas bencana asap akan kian parah, konsekuensi dari pengeringan gambut yang kian meluas.
"Agar tumbuh solidaritas kemanusiaan komponen anak bangsa untuk bergotong royong mengatasi dampak asap ini, negara perlu mendeklarasikan bencana asap ini sebagai bencana kemanusiaan," kata Rektor UGM Dwikorita Karnawati, kemarin.
Dampak asap, lanjut dia, membahayakan kesehatan masyarakat, mengganggu proses pendidikan anak-anak dan pelajar, serta terbengkalainya mata pencarian jutaan korban terdampak.
Di Jambi, puluhan aktivis peduli lingkungan dan kemanusiaan yang tergabung dalam Koalisi Jambi Melawan Asap mendesak pemerintah menyediakan ruang bebas kabut asap karena kian rapuhnya kondisi fisik warga, terutama anak balita dan lansia, akibat siksaan kabut asap yang merundung Jambi lebih dari dua bulan terakhir.
(Tim Media/Ant/X-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved