Pemkot Ancam Blacklist Kontraktor

Bayu Anggoro
20/12/2016 02:20
Pemkot Ancam Blacklist Kontraktor
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

PEMERINTAH Kota Bandung, Jawa Barat, mengancam akan mem-blacklist rekanan kontraktor revitalisasi Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi. Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Bandung Arif Prasetya, di Bandung, kemarin, mengaku keputusan itu berdasarkan evaluasi terhadap kinerja rekanan tersebut yang tidak mampu memenuhi progres proyek. Dia melanjutkan tahap pertama revitalisasi tersebut mestinya tuntas pada 23 Desember. Hanya, hingga kini progres pengerjaan baru mencapai 30%.

Revitalisasi taman hutan kota itu salah satunya untuk pembangunan skywalk yang akan terhubung ke Jalan Cihampelas. "Tender pertama senilai Rp9,8 miliar. Kalau tidak terpenuhi, kita ganti. Kita ulang lagi (tender) untuk meneruskan pengerjaan," kata dia. Kota Bandung juga ditargetkan menambah 25 taman RW pada tahun depan. Seperti diungkapkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, pada 2016 sudah ada 23 taman RW. "Berbasis satu taman satu RW. Sisa di dua tahun akan ditingkatkan," kata pria yang kerap disapa Emil itu.

Pembangunan taman RT, lanjut Emil, bertujuan untuk menambah ruang terbuka hijau (RTH). "Bukan hanya ruang hijau yang enak dilihat, melainkan yang juga bisa dipakai secara sosial," kata dia. Dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, revitalisasi dan pembangunan sejumlah pasar tradisional hingga akhir tahun ini sudah di atas 40%. Sementara itu, pembangunan Pasar Palabuhanratu sudah rampung 100%.

Tiga pasar tradisional lain yang direvitalisasi menjadi semimodern ialah Pasar Cibadak, Pasar Parungkuda, dan Pasar Jubleg. Total anggaran revitalisasi pasar mencapai Rp300 miliar. Kepala Bidang Pasar Diskoperindag Kabupaten Sukabumi Dani Tarsono menjelaskan pembangunan Pasar Parungkuda sudah mencapai 80%, Pasar Cibadak sebesar 70%, dan Pasar Jubleg sekitar 40%. Untuk Pasar Parungkuda dan Pasar Cibadak, revitalisasi ditargetkan selesai pada 2017.

"Kalau Pasar Jubleg ditargetkan selesai 2020 karena merupakan pasar baru," terangnya. Untuk pembangunan empat pasar itu, lanjut dia, Pemkab Sukabumi sama sekali tidak mengeluarkan anggaran karena pengerjaannya menggunakan sistem build, operation, and transfer (BOT). Artinya, semua biaya pembangunan ditanggung pihak ketiga. Terbentur flyover Pengerjaan fondasi konstruksi light rail transit (LRT) di Sumatra Selatan ditarget selesai pada pertengahan Juli 2017.

Namun, pembangunan terbentur pada pembangunan jalan layang (flyover) di persimpangan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang-Tanjung Api-api dan utilitas. Pemimpin proyek LRT PT Waskita Karya di Palembang Mashudi Jauhari mengatakan pengerjaan LRT sudah lebih dari 25%, dengan pengerjaan fondasi sudah mendekati 95%. "Di beberapa titik terkendala sejumlah hal adanya pengerjaan jalan layang dan utilitas di kawasan kolam retensi Simpang Polda tempat terdapat pipa air," jelasnya. (BB/LD/DY/BK/DW/PO/LN/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya