Warga Gelar Resepsi di Tempat Sampah

(Yanurisa Ananta/X-3)
19/12/2016 05:00
Warga Gelar Resepsi di Tempat  Sampah
(MI/YANURISA ANANTA)

AROMA sampah menusuk hidung ketika Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Tembok Berlin di Jalan Bungur Besar Raya, Senen, Jakarta Pusat, dimasuki. Sampah basah hingga barang bekas menumpuk di area seluas kira-kira 36 meter persegi itu. Belasan gerobak usang pun terparkir di atas tanah basah. Di TPS Tembok Berlin itulah warga RW 03, 04, 05, dan 06, Kelurahan Bungur, membuang sampah harian mereka.

Namun, siapa mengira TPS di sisi rel Stasiun Senen itu kerap menjadi tempat resepsi pernikahan. Bukan sulap bukan pula sihir, TPS Tembok Berlin berubah menjadi tempat hajatan keluarga pengangkut sampah. Atim Okem, 54, pengangkut sampah dari rumah ke rumah mengakui TPS menjadi tempat resepsi pernikahan karena mayoritas warga tinggal di rumah petak yang tidak memiliki lahan untuk menggelar pesta.

“Kalau sewa (gedung) biayanya jutaan rupiah, sementara anak-anak kami sudah mencapai usia menikah,” kata Atim kepada Media Indonesia, Minggu (18/12). Atim menjelaskan tiga hari jelang resepsi warga memindahkan gerobak sampah. Mereka bergotong royong mengurus keperluan pernikahan, mulai membersihkan area hingga memasak hidangan. Mereka membersihkan area dan menyikat lantai TPS dengan menggunakan cairan pembersih sampai bau sampah tidak tercium lagi. Sementara itu, hidangan dimasak di samping TPS.

Warga tidak dipungut biaya untuk melangsungkan hajat pernikahan di TPS Tembok Berlin. Hanya, warga harus menyewa dekorasi dan kelompok musik dangdut. Untuk menggelar resepsi, warga cukup butuh izin ketua RT/RW setempat. “Di sini kami kompak. Kalau ada tukang sampah mau hajatan kami saling membantu,” lanjut Atim yang memiliki tato boneka di bahu kanannya.

Ipung, 32, bercerita Ahad pekan lalu (11/12) pamannya menggelar hajatan. Kepada Media Indonesia, Ipung menunjukkan rekaman video saat pesta digelar. Begitu memasuki TPS, tamu langsung melihat panggung musik dangdut, sedangkan pelaminan berhias bunga dibangun menghadap jalan. Walau pesta berlangsung di TPS, lanjut Ipung, para tamu tetap lahap menyantap hidangan. “Tamu yang datang makan seperti biasa,” tandas Ipung.

Selain pernikahan, TPS Tembok Berlin kerap menjadi tempat rumah duka dadakan. Jenazah warga yang meninggal disemayamkan di TPS Tembok Berlin lantaran tidak ada lahan untuk menerima tamu yang hendak bertakziah. Kepala Dinas Kebersihan DKI, Isnawa Adji, mengetahui pemanfaatan TPS sebagai lokasi resepsi. Dia berharap hal serupa ditiru dipo-dipo lain di seluruh DKI. “Saya senang kalau dipo-dipo itu dimanfaatkan warga sekitar. Saya juga menantang kepala suku dinas untuk menyulap dipo menjadi zero waste sehingga lebih banyak kegiatan di sana.” (Yanurisa Ananta/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya