Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PUSAT Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dipadati ribuan orang berkostum tempo doeloe, abdi dalem keraton, dan tokoh wayang yang berjalan kaki. Dari arah Pergelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, orang-orang berkostum zaman dulu (zadul) itu berjalan kaki menuju Bulaksumur, Yogyakarta, atau sekitar 5 kilometer.
Sepanjang perjalanan, terdapat beberapa titik yang menjadi tempat para penjaja jamu tradisional. Mereka menawarkan jamu kepada para pejalan kaki tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menuju Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan jalan kaki dengan beragam kostum itu ialah bagian dari Pawai Alegoris Niti Laku UGM yang mengambil tema Djogja djadoel sehari, Djogja moeda kembali, minggu (18/12).
Dari antara sekitar 4 ribu Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) dan mahasiswa UGM, Niti Laku tahun ini diikuti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono, (Tim Komunikasi Presiden Joko Widodo dan Sekjen PP Kagama) AAGN Ari Dwipayana, dan Gubernur Jawa Tengah yang juga Ketua Kagama, Ganjar Pranowo.
Acara tersebut digelar berkaitan dengan Dies Natalis ke-67 UGM serta memperingati berpindahnya Kampus UGM dari Pergelaran Kraton Yogyakarta ke kawasan Bulaksumur. Pembentukan UGM diawali rapat Panitia Perguruan Tinggi di Pendopo Kepatihan Yogyakarta pada 20 Mei 1949 yang antara lain dihadiri oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Peserta rapat menyepakati untuk mendirikan kembali perguruan tinggi di Yogyakarta. Apalagi, proses pendidikan terhenti akibat Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948.
Untuk mengatasi persoalan ketiadaan ruangan untuk perkuliahan. Sri Sultan Hamengku Buwono IX meminjamkan keraton dan beberapa gedung di sekitar keraton. Sebelum ditetapkan pada 19 Desember 1949, kegiatan di delapan fakultas di UGM sudah berjalan. Hanya saja, bagi Presiden pertama RI Soekarno, 19 Desember 1949 dipilih untuk memperlihatkan kalau bangsa Indonesia sanggup bangkit meskipun sudah diserang habis-habisan oleh Belanda, setahun sebelumnya.
Pada 19 Desember 1951, Soekarno meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Pusat UGM di Bulaksumur, areal milik Sri Sultan yang diberikan kepada UGM. Pada 19 Desember 1959, Soekarno meresmikan gedung tersebut. Menurut Ganjar, pendirian UGM menjadi titik awal orang-orang dari seluruh Indonesia bisa belajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved