300 Orang Verifikasi Data Gempa

(MR/Ant/N-1)
19/12/2016 04:10
300 Orang Verifikasi Data Gempa
(MI/PANCA SYURKANI)

TIM gabungan sedang memverifikasi data kerusakan bangunan akibat gempa di Pidie Jaya, Pidie, dan Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam. Untuk memperoleh data akurat, mereka bekerja selama dua pekan. Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi, Minggu (18/12), mengatakan turunnya tim verifikasi ke lapangan akan membuat semua data jumlah kerusakan akibat gempa 6,4 SR pada 7 Desember menjadi valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dia memaparkan, tim yang sudah bekerja sejak Jumat (17/12) itu beranggotakan sekitar 300 orang dari berbagai unsur. Dengan begitu, lanjut dia, data kerusakan rumah, fasilitas umum, dan tempat ibadah akibat gempa yang ada saat ini masih bisa berubah. Kalau data sudah disempurnakan, lanjut dia, pemerintah bisa langsung membangun hunian sementara (huntara) dan pembagian jatah hidup (jadup).

Ketua MPR Zulkifli Hasan memuji gerak cepat penanganan korban gempa. Dia juga mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang sampai dua kali mendatangi Aceh untuk melihat penanganan korban gempa. Sebagian pengungsi yang berada di Desa Masjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, telah kembali ke rumah masing-masing. "Dengan kembalinya warga ke rumah masing-masing, kegiatan dapur umum dan kegiatan pengungsian lainnya tidak ada lagi. Akan tetapi, apabila ada bantuan dari donatur untuk membantu warga akibat terdampak gempa, tetap kami terima," ungkap Sekretaris Desa Masjid Tuha Fauzi M Daud.

Diakuinya, memang masih ada warga yang trauma dengan musibah gempa yang merenggut korban hingga 104 jiwa berdasarkan data Pos Komando Utama Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Aceh per Sabtu (16/12) itu. "Alhamdulillah sebagian masyarakat sudah berani pulang walaupun ada sebagian yang lain masih trauma dengan musibah gempa tersebut," ungkap Fauzi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya