Upaya evakuasi terhadap pendaki di atas puncak Gunung Lawu terus dilakukan. Kemarin, 7 dari 15 pendaki ritual dapat dievakuasi ke Posko Cemoro Kandang, Jawa Tengah. Kini di atas Puncak Gunung Lawu masih tersisa 8 orang, ditambah 3 orang pedagang yang biasa berdagang di atas puncak tersebut. "Tujuh yang sudah dievakuasi kini berada di Posko Cemoro kandang, perbatasan Jateng dan Jatim," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Sudharmawan di Surabaya, kemarin.
Mereka turun ke posko setelah tim gabungan dari BPBD Jatim dan Basarnas membujuk mereka agar mau turun setelah menjalani ritual di atas puncak Gunung Lawu. Mereka yang turun dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, yakni Boyolali, Surakarta, dan Solo. Ada juga yang dari warga setempat. Namun, setelah mereka turun, masih ada yang lain yang belum mau turun tanpa memberikan alasan jelas. Mereka bertahan kemungkinan karena proses ritual belum selesai dilakukan.
Kini ada 13 tim gabungan dari BPBD dan Basarnas berada di atas untuk melakukan pendekatan. "Pendekatan terus dilakukan agar mereka juga mau turun bersama dengan pendaki lainnya," ujarnya. Dijelaskan, para pendaki itu berada di titik aman, jauh dari lokasi kebakaran hutan. Namun, kewaspadaan terus harus dijaga. "Bagaimanapun juga keselamatan pendaki harus menjadi prioritas. Mereka tetap akan didekati agar berkenan turun ke posko yang lebih aman," kata Sudharmawan.
Kebakaran hutan di puncak Gunung Lawu bersamaan dengan bulan Sura (Muharam). Bulan yang dipercaya masyarakat Jawa melakukan ritual di Gunung Lawu. Akibatnya banyak pendaki yang terjebak kebakaran mengakibatkan tujuh orang meninggal. Sementara itu, kebakaran hutan kembali terjadi di wilayah Banyumas, Jawa Tengah (Jateng).
Kebakaran terjadi pada hutan pinus petak 51i Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, tepatnya di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Selasa (20/10) sore. "Kebakaran mulai terlibat sejak Selasa (20/10), pukul 17.00 WIB. Warga yang melihat langsung melaporkan ke desa dan desa meneruskan ke Perhutani KPH Banyumas Timur. Petugas kemudian turun ke lapangan untuk melakukan pemadaman api," kata Kepala Desa (Kades) Gunung Lurah Khabib, kemarin. Dijelaskan oleh Khabib, kebakaran hutan masih terlihat pada malam hari, tetapi kemarin pagi sudah tidak terlihat lagi.