Kondisi Korban Penusukan Membaik

(PO/BY/Ant/N-2)
16/12/2016 00:30
Kondisi Korban Penusukan Membaik
(Thinkstock)

POLISI masih bekerja keras bersama tim psikologi untuk memulihkan trauma yang dialami siswa SDN 1 Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, yang menjadi korban penyerangan Irwansyah, 32. Kondisi fisik dan psikis mereka berangsur membaik. "Kami berkonsentrasi membantu pemulihan fisik dan kejiwaan mereka sehingga tidak menderita trauma berkepanjangan," kata Kapolda NTT Brigjen Widyo Sunaryo.

Penyerangan terhadap SDN 1 Sabu Barat dilakukan Irwansyah, Selasa (13/12). Dengan menggunakan pisau dapur, ia melukai tujuh siswa. Pelaku tewas dihakimi massa saat ditahan Polsek Sabu Barat. Situasi Sabu Raijua, lanjut Kapolda, sudah kondusif. Jenazah Irwansyah masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Kupang, menunggu kedatangan keluarganya dari Depok. Kapolda juga menambahkan tim Densus 88 Antiteror diterjunkan untuk menyelidiki kasus penyerangan itu.

Bersama penyidik Polda NTT, dan Polres Kupang, mereka menyelidiki motif aksi pelaku. "Pelaku pernah bekerja di perusahaan asuransi di Mampang, Jakarta Selatan. Ia dipecat dan kemudian datang ke Sabu," papar Kapolda NTT Brigjen Widyo Sunaryo, Kamis (15/12).

Karena pelaku tewas dihakimi massa, motif di balik kedatangannya ke Pulau Sabu belum diketahui. Apalagi, Sabu merupakan pulau terpencil di bagian selatan NTT yang berbatasan dengan Samudra Hindia. Tim gabungan menyelidiki motif kedatangan pelaku dengan meminta keterangan dari keluarga dan tetangga selama di Sabu dan perusahaan tempat ia bekerja di Jakarta. "Orangnya pendiam dan tidak bersosialisasi. Bahkan ada kondangan di dekat tempat indekosnya di Sabu juga, ia tetap di dalam rumah," ujar Kapolda.

Sunaryo juga meluruskan informasi yang beredar selama ini yang menyebutkan pelaku bekerja sebagai penjual kelontong. Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan ia pernah melamar sebagai guru di sebuah SMA dan SMP di daerah itu, tetapi ditolak. "Kualifikasi pendidikannya tidak sesuai dengan pekerjaan yang ia lamar," ujarnya. Di Bandung, Jawa Barat, Muhammad Aziz Ghozali, 19, pelaku penusukan yang menyebabkan seorang warga tewas dan tujuh lainnya luka-luka, masih dirawat di RS Sartika Asih.

Polisi juga melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku. "Sejumlah saksi menyatakan pelaku depresi dan suka berbicara sendiri. Ia juga sudah pernah menusuk bapaknya sendiri, Oktober lalu," papar Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Yusri Yunus.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya