Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERLU 2 jam perjalanan dengan mengendarai mobil untuk menuju Baron Technopark, sebuah kawasan yang dibangun untuk edukasi wisata di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jalan menuju lokasi Baron Technopark cukup berliku. Naik turun dan berkelok. Namun, sampai di lokasi, tepatnya di atas tebing yang menghadap Samudra Hindia, pemandangannya cukup indah.
Di sanalah para perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membuat beragam rekayasa energi baru dan terbarukan (EBT). Mulai energi surya, energi angin, hingga biodiesel dan pengolahan air laut menjadi air tawar dan siap dikonsumsi.
Gagasan mendirikan sebuah technopark untuk energi baru dan terbarukan ini, menurut Kepala Subbidang Pengelolaan Technopark Energi Balai Besar Teknologi Konversi Energi BPPT Ridwan Budi Prasetyo, karena kawasan itu masih belum teraliri listrik. Maka lahirlah ide menciptakan energi listrik yang bersumber dari energi baru dan terbarukan.
Pembangkit listrik hibrida yang dikembangkan merupakan gabungan pembangkit tenaga diesel yang berbiaya mahal karena bergantung pada solar dengan pembangkit listrik dari energi baru dan terbarukan yang bersumber dari matahari, angin, dan mikrohidro yang biayanya konon lebih murah.
“Sekarang ini untuk konsumsi listrik sehari-hari dan AC berasal dari energi baru terbarukan yang digabungkan dengan pembangkit konvensional,” ujar Bayu saat ditemui para wartawan yang sedang mengadakan press tour bersama BPPT pada Kamis (8/12).
Pembangkit listrik dari kombinasi konvensional dengan energi baru terbarukan ini mampu beroperasi setiap hari di kawasan technopark seluas 9,5 hektare itu. Di lokasi tersebut dibangun tiga turbin angin. Turbin yang berada di tebing paling tinggi dan berdekatan dengan jam matahari mampu menghasilkan listrik hingga 10 ribu watt.
Selain itu, turbin angin yang paling jauh dari laut mampu menghasilkan listrik hingga 5.000 watt per hari. Ada juga turbin yang dipasang di tepi laut, yang mampu menghasilkan listrik 1.000 watt per hari. Sayangnya, akibat tiupan angin yang sangat kencang, turbin angin berkapasitas paling besar sedang tidak berfungsi karena ada di antara kincirnya yang patah. Agar listrik tetap menyala, pembangkit listrik tenaga surya pun menjadi andalan. “Kemampuan satu pembangkit di Baron Technopark ini 36 ribu watt per hari,” jelas Ridwan. Pemakaian listrik terbanyak justru untuk desalinasi air laut. “Perlu 6.000 watt untuk menghasilkan 10 ribu liter air tawar per hari,” ujarnya. (Siswantini Suryandari/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved