Aparat Jaga Situasi Kota Seba Kondusif

Palce Amalo
14/12/2016 01:12
Aparat Jaga Situasi Kota Seba Kondusif
(thinkstock)

SUASANA Kota Seba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah kondusif setelah terjadi kerusuhan massa, yang dipicu aksi Irwansyah, 32, pedagang kelontong yang menyerang tujuh siswa SD Negeri 1 Seba dengan menggunakan pisau dapur, kemarin sekitar pukul 08.25 WIB.

Pelaku tewas setelah dihakimi massa yang jumlahnya ribuan di dalam sel ta­hanan Polsek Sabu Barat. Wakil Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke, meminta agar warga tetap tenang dan menjaga lingkungan tetap damai. “Situasi Kota Seba kondusif. Kami minta warga tenang dan tetap jaga lingkungan,” kata Nikodemus saat dihubungi lewat telepon, Selasa (13/12). Nikodemus mengungkapkan kronologis yang menyebabkan tujuh siswa terluka diawali kedatangan Irwansyah, yang membawa barang kelontong ke sekolah tersebut untuk dijual.

Berdasarkan kesaksian para siswa di sekolah tersebut, tiba-tiba pelaku menyerang siswa dengan pisau dapur. Ada tujuh orang yang terluka pada bagian leher. “Mereka masih dirawat di Rumah Sakit Seba. Satu siswa di antaranya dalam keadaan kritis,” terangnya.

Pada saat melukai anak-anak, pelaku melakukan ak­sinya sendirian. “Tapi anak-anak melihat pelaku datang dengan rekan-rekannya ke sekolah,” lanjutnya. Warga dan polisi langsung menangkap pelaku dan mengejar rekan-rekannya yang kabur. Saat pelaku berada di sel tahanan, datanglah gelombang massa yang jumlahnya ribuan. “Ada dua gelombang massa datang ke polsek. Gelombang pertama berlangsung kondusif, kemudian mereka pulang. Tetapi datang lagi massa mencapai ribuan orang. Mereka menyerang dan membobol tembok tahanan,” ungkapnya.

Jumlah polisi dan TNI sedikit jika dibandingkan dengan massa menyebabkan suasana di Polsek Sabu Barat tidak ter­kendali. Irwansyah yang ada di dalam sel langsung dihakimi massa hingga tewas. Sementara itu, rekan Irwansyah yang jumlahnya tujuh orang berhasil ditangkap saat naik kapal cepat tujuan Kupang. “Dari keterangan polisi, mereka sudah berada di Sabu antara satu sampai dua pekan terakhir, sedangkan pelaku tiba di Sabu pada Senin (12/12),” jelasnya.

Evakuasi
Jenazah Irwansyah hingga kemarin malam masih berada di Polsek Sabu. Jenazah belum dievakuasi ke Kupang karena masih menunggu kedatangan pa­sukan ga­bungan Brimob dan Yonif 743/PSY yang bertolak kemarin malam dengan feri dan dijadwalkan tiba pada hari ini.

Namun, Kapolda NTT Brigjen E Widyo Sunaryo didampingi Danrem, 161 Wirasakti Brigjen Heri Wiranto, Kabinda, dan Danlanud sudah tiba terlebih dahulu di Sabu dengan menggunakan helikopter dari Lembata, untuk mengecek kondisi di wilayah itu.

Meski sudah kondusif, masih ada aksi massa merusak ratus­an lapak pedagang di Pasar Nataga dan Pasar Lama. “Iya benar ada perusakan pasar. Tidak ada korban jiwa tapi barang-barang dagangan dan sepeda motor rusak,” kata Kapolres Kupang AKB Ajie Indra Dwiatma.

Di tempat terpisah, Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor, Merry Kolimon mengecam penyerangan terhadap anak-anak di daerah itu. “Kekerasan terhadap anak adalah kekerasan terhadap kemanusiaan. Kami minta pemerintah dan pihak keamanan mengungkap motivasi penyerangan ini,” ujarnya. (Beo/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya