SEJUMLAH pendaki terjebak kebakaran Gunung Lawu (3.265 mdpl) yang terletak di perbatasan Jawa Tengan dan Jawa Timur ketika dalam perjalanan turun, kemarin.
Ada pendaki yang meninggal akibat peristiwa tersebut, tetapi hingga tadi malam jumlah pastinya masih simpang siur.
Menurut informasi sejumlah relawan di Pos Pendakian Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur, sampai tadi malam pukul 20.00 WIB, ada tiga pendaki yang dipastikan meninggal dunia, tetapi identitas mereka belum diketahui.
Dua lainnya dapat dievakusi dalam kondisi luka bakar, yaitu Eko Nurhadi dan Evi.
Keduanya langsung dibawa ke RS Dr Sayidiman, Magetan.
Pejabat Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos SAR Surakarta, Yohan Tri Anggoro, menuturkan kedua pendaki yang dievakuasi tercatat sebagai warga Ngawi.
Eko dievakuasi sekitar pukul 14.00, sedangkan Evi diselamatkan pukul 18.50.
Menurut petugas medis dari PMI, Eko mengalami luka bakar sekitar 50%, sedangkan luka bakar Evi mencapai 80% dan dalam kondisi kritis.
Sejauh ini, tim evakuasi belum bisa memastikan apakah seluruh korban yang terjebak api kebakaran Gunung Lawu merupakan satu rombongan dari Ngawi.
Namun, ketika ditemukan, para pendaki itu saling berdekatan.
Budi Santoso, relawan dari Anak Gunung Lawu, menyebutkan korban tewas sebanyak enam orang dan tiga lainnya dalam kondisi kritis.
Mereka ditemukan di sekitar pos III dan IV.
Salah satu pendaki yang selamat dari kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Dita Kurniawan, menyatakan ia dan teman-temannya terjebak api saat hendak menuruni punggung gunung.
Menurut dia, di antara pos III dan pos IV tiba-tiba ada kobaran api yang membakar ilalang dan pohon di sekitar jalur.
Percikan api sempat mengenai pakaian para pendaki, termasuk dirinya.
"Beruntung saya bisa menyelamatkan diri dengan berlindung di balik bebatuan besar sehingga tidak terbakar," ungkap Dita yang mendaki bersama rombongan beranggotakan 16 orang.
Ditutup Hutan Gunung Lawu di wilayah Magetan terbakar sejak tiga hari terakhir.
Kebakaran berawal dari pos V dan pos II ke pos III.
Semula api dapat dipadam-kan pada Jumat (16/10).
Namun, api kembali berkobar kemarin pagi dari pos IV ke bawah.
Kebakaran tersebut merupakan yang kedua kalinya selama musim kemarau setelah kebakaran hebat pada pada Agustus lalu.
Kepala Resor Pemangkuan Hutan Tlogodlingo BKPH Lawu Utara Sutiman mengatakan kebakaran hutan diduga kuat karena puntung rokok yang dibuang pemburu lebah gunung pada Jumat (16/10).
"Api mungkin berasal dari puntung rokok yang dibuang pemburu lebah madu atau pemburu burung. Ini memang keterlaluan karena papan peringatan sudah kita pasang di mana-mana," ujarnya.
Sebenarnya petugas di Pos Cemoro Sewu sudah menutup jalur pendakian dari sisi Magetan selama sepekan.
Namun, tampaknya Pos Cemoro Kandang yang berada di wilayah Jawa Tengah belum menutup jalur pendakian.
Menurut anggora SAR Magetan, Hendrik, korban diduga kuat naik dari Pos Cemoro Kandang.
"Sebenarnya petugas sudah tidak mengizinkan lagi pendakian sejak Jumat (16/10)," ujarnya.
Penemuan pendaki yang tewas dilaporkan kali pertama ke petugas pos I oleh seorang pendaki asal Semarang, Maisuri Salim.
Sampai berita ini diturunkan, sejumlah petugas gabungan masih berada di pos III untuk mencari para korban tewas. (Ant/X-5)