Pelayanan Korban Asap belum Maksimal

Solmi
19/10/2015 00:00
Pelayanan Korban Asap belum Maksimal
(MI/Solmi)
PERHATIAN dan pelayanan pemerintah terhadap warga Jambi yang sakit akibat terpapar kabut asap belum maksimal. Pelayanan selama ini belum menyentuh nilai kemanusiaan, terutama bagi kalangan rakyat kecil. Hal itu diungkapkan sejumlah aktivis lingkungan dan kemanusiaan yang menamakan diri Koalisi Jambi Melawan Asap di Jambi, kemarin. Menurut Ida Zubaidah, Koordinator Beranda Perempuan Jambi, yang juga anggota Koalisi Jambi Melawan Asap, menemukan fakta bahwa di lapangan masih ada korban kabut asap yang menderita penyakit ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) yang tidak tersentuh. Korban tidak ada biaya sehingga tidak mendapatkan perlakuan manusiawi dari pihak rumah sakit.

Salah satu korban kabut asap yang dimaksud ialah Digo Pratama Aprllion, 5 bulan. Sebelum berobat ke RS Abdul Manap, Kota Jambi, Digo tergolek lemah menderita batuk, sesak napas, dan demam tinggi di rumahnya di Jalan Rajawali, RT 18, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Jambi. Karena mendapat kabar tentang keadaan Digo, tim re-lawan Koalisi Jambi Melawan Asap berinisiatif membantu agar korban segera ditangani secara medis ke rumah sakit. Namun, ironis, ibu Digo, Dian Tina, menjawab dengan nada pesimistis bahwa mereka tidak punya biaya lagi untuk mengobati sang buah hati. Setelah ditelusuri, jelas Ida Zubaidah, anak ketiga pasangan Yuluan Lukman dan Dian Tina itu sempat menjalani pengobatan di RS Bhayangkara, Jambi, awal pekan lalu.

Namun, karena khawatir dengan biaya dan bertele-tele dan urusan administrasi, Digo dibawa pulang. Relawan Koalisi Jambi Melawan Asap kemudian menghubungi pihak dinas kesehatan, dan Digo, Jumat (16/10) pekan lalu, dijemput petugas dinas kesehatan dan dibawa berobat intensif ke RS Abdul Manap, di kawasan Mayang, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi. "Memang seluruh biaya pengobatan dan perawatan ditanggung dinas kesehatan, tapi urusan administrasi sangat rumit dan birokratis," jelas Ida.

Di sisi lain, kabut asap dan titik api yang kembali bermunculan memaksa Pemerintah Provinsi Jambi kembali memperpanjang masa kerja Tim Satgas Tanggap Darurat Bencana Kabut Asap Jambi sampai awal November 2015 mendatang. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan untuk perpanjangan masa bakti Tim Satgas Bencana Kabut Asap, antara lain, penerbangan masih terganggu dan pencemar-an udara masih berbahaya. Komandan Satgas Tanggap Darurat Bencana Kabut Asap, Kol Inf Makmur, membenarkan adanya permintaan Gubernur Jambi untuk memperpanjang tugas bakti Tim Satgas yang berakhir 12 Oktober.

Meluas
Dari Pulau Sulawesi, kebakaran hutan dan lahan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, hingga kemarin terus meluas dan belum bisa teratasi. Warga cemas karena api makin mendekati permukim-an selain kabut asap mulai menyelimuti Kota Polewali. Kebakaran hutan dan lahan di Polewali Mandar terjadi di Gunung Buttu Tallu, Kecamat-an Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar. Dari keterangan yang diperoleh dari petugas Manggala Agni Lembaga Konservasi Sumber Daya Alam, kebakaran sudah berlangsung sejak lima hari lalu.  "Tidak ada sumber air di dekat sini. Kami perkirakan luas lahan yang sudah terbakar lebih 300 hektare," kata Tiswan, Kepala Seksi Pemadam Polewali Mandar, kemarin. Sementara itu, dari data Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara, luas area hutan yang terbakar ialah 5.683 hektare.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya