DEWAN Basa Jawi Klaten, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Universitas Widya Dharma (Unwidha) menggelar sarasehan bahasa dan sastra Jawa, akhir pekan lalu. Sarasehan bertajuk Nilai-Nilai Kearifan Budaya Jawa itu bertujuan melestarikan budaya agar tidak tergilas budaya luar. "Merawat kearifan budaya Jawa menjadi tanggung jawab bersama generasi saat ini. Agar lestari, budaya Jawa seperti ketoprak, wayang kulit, dan tembang macapat harus dicintai," papar Bupati Klaten Sunarno dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabid Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Klaten Muzayin.
Ketua Dewan Basa Jawi Klaten Harsono mengakui banyak generasi muda yang justru menggandrungi budaya dari luar. Karena itu, pelestarian nilai budaya Jawa menjadi wajib. Sarasehan bahasa dan sastra Jawa itu menghadirkan narasumber Pardi Suratno dari Balai Bahasa Jawa Tengah, Purwadi, pengajar UGM, Nanik Herawati, dosen Unwidha, dan KGPH Puger dari Kasunanan Surakarta.