Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MASIH segar dalam ingatan, Presiden Joko Widodo pada 16 September 2015 lalu menargetkan penuntasan bencana kabut asap di enam provinsi dalam satu bulan. Pemerintah kini mengulang kembali target tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan masalah asap akan selesai pada tiga atau empat minggu ke depan.
"Paling tidak kita sejauh ini sudah berhasil mengurangi jumlah hotspot di berbagai daerah. Jarak pandang kadang bagus, kadang jelek, tetapi cenderung membaik, tingkat pencemaran juga cenderung menurun," jelas Luhut pada rapat konsultasi dengan pimpinan DPR RI di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Selain Luhut, hadir Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.
Luhut optimistis masalah kabut asap ini bisa segera tertangani karena sudah cukupnya berbagai fasilitas untuk memadamkan kebakaran hutan.
Selain alat-alat yang sudah ada di dalam negeri, pemerintah juga memanfaatkan bantuan seperti pesawat water booming yang datang dari Singapura, Rusia, dan Jepang.
Pemerintah, kata Luhut, menyewa dua pesawat dari Rusia yang bisa mengangkut 12 ton senyawa kimia untuk mempercepat pemadaman api.
Dikatakan, memburuknya kabut asap disebabkan efek El Nino yang luar biasa sehingga terjadi kekeringan gambut yang parah dan membuat api kembali menyala meski telah dibombardir.
Jumlah titik api di seluruh wilayah kebakaran hutan, kata Luhut, mencapai 1.005 titik pada Jumat (16/10) pagi.
Pada kesempatan itu, Ketua DPR RI Setya Novanto menghubungi salah satu warga Palembang yang terkena dampak kabut asap.
Warga Palembang yang bernama Pipit menyampaikan keluhannya terhadap dampak kabut asap hingga anaknya terkena ISPA.
Status bencana nasional
Meski kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di enam wilayah, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, pemerintah emoh menetapkan status bencana nasional.
"Kalau kita sampaikan bencana nasional, nanti sepertinya yang membuat kesalahan di bawah itu menjadi punya hak untuk dimaafkan," tegas Menkopolhukam Luhut.
Dari Jambi dilaporkan, sempat menipis dua hari sebelumnya, kabut asap nan pekat kembali menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya.
Berdasarkan pemantauan, kondisi terparah terjadi sepanjang kemarin pagi, kabut asap menyebabkan jarak pandang hanya berkisar sejauh 300 meter sehingga memaksa pengendara ekstra hati-hati.
Selain mengganggu pengendara, kabut asap juga masih melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.
Terkait masih pekatnya kabut asap, Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak mengeluarkan lima instruksi, di antaranya meminta para camat meningkatkan peran, dibantu para kepala desa dan lurah untuk mendata kebakaran hutan di setiap daerah.
Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Barat menggugat pemerintah karena dinilai abai dalam menanggulangi kebakaran lahan penyebab kabut asap.
Gugatan tersebut resmi dilayangkan Walhi pada Kamis (15/10).
(Kim/Ind/Bhm/AR/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved