PEMADAMAN listrik bergilir di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) kian parah.
Sebelumnya, listrik padam 3-5 jam setiap hari.
Namun, tiga hari belakangan masyarakat mengeluh kebijakan PT PLN karena waktu pemadaman bertambah hingga 12 jam/hari.
Suasana Kota Manado yang saat ini ditetapkan sebagai salah satu kota tujuan wisata dari 10 kota di Indonesia, setiap malam gelap gulita.
"Apa kerjaan PT PLN? Mana boleh pemadaman listrik setiap hari semakin parah. Terkesan tidak ada perhatian sama sekali. Kami konsumen yang
menderita," tegas Kepala Lingkungan IV Banjer, Ridwan Ibrahim, di Manado, kemarin.
Sementara itu, General Manager PT (persero) PLN Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, Baringin Nababan, mengatakan pemadaman itu terjadi
karena sistem kelistrikan wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo mengalami gangguan pasokan secara menyeluruh.
"Sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulut-Go) yang terhubung dalam jaringan interkoneksi 150 kV mengalami gangguan pasokan listrik atau padam secara menyeluruh (black out). Indikasi penyebab
terhentinya pasokan listrik secara total pada sistem Sulut-Go masih dalam investigasi awal," katanya.
Menurutnya, fokus utama saat ini ialah melakukan pemulihan kondisi sistem secara bertahap.
Upaya pemulihan (recovery) secara bertahap ini dengan memerhatikan prosedur pengoperasian standar (SOP) yang berlaku, yaitu dilakukan PLN Area Pengatur dan Pengendali Beban (AP2B) Sistem Minahasa.
Baringan mengatakan, saat ini PLN mengupayakan pemulihan secara bertahap sistem kelistrikan Sulut-Go yang terdiri atas tiga subsistem, yaitu Subsistem Minahasa, Subsistem Kotamobagu, dan Subsistem Gorontalo.
Pemulihan itu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 4 jam atau bisa lebih cepat.
Menurut Baringan, khusus Subsistem Gorontalo dan Subsistem Kotamobagu masih beroperasi secara terpisah (isolated) dengan menggunakan pembangkit listrik yang sudah bisa beroperasi.
Di Sumatra Barat, PLN setempat mengupayakan pemadaman listrik bergilir di provinsi tersebut akan berakhir pada akhir Oktober 2015.
"Pemadaman listrik bergilir diusahakan berakhir Oktober menyusul selesainya proses pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih, Padang," kata General Manager PT PLN Wilayah Sumbar, Supriyadi, kemarin.
Ia mengatakan masa pemeliharaan salah satu pembangkit listrik itu rencananya akan selesai pada 28 Oktober mendatang.
Salah satu penyebab pemadaman ialah adanya pengurangan daya akibat maintenance tahun pertama masa garansi mesin PLTU Teluk Sirih.
"Selain penurunan daya, pemadaman bergilir juga diakibatkan kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh wilayah Sumatra," katanya.