Penanda Malah Buat Kami Tersasar

(Akmal Fauzi/J-3)
09/12/2016 05:00
Penanda Malah Buat Kami Tersasar
(MI/RAMDANI)

LANGKAH Jajang seketika terhenti di jalur pedestrian Jalan Palmerah Utara, Jakarta Barat, sore kemarin. Dengan tongkat yang digenggamnya, ia mencoba meraba mencari guiding block (ubin pemandu) yang terputus. Guiding block di jalur pedestrian yang dilaluinya itu ternyata terpasang tidak sejajar. Ubin berwarna kuning yang dijadikan panduan penyandang tunanetra seperti Jajang itu terpasang tidak beraturan atau zig-zag.

Pemasangan guiding block seperti itu tentu membuat Jajang bingung. Kejadian seperti itu bukan kali pertama dialami pria berusia 42 tahun itu. "Ya kalo enggak nyasar, ya nabrak," ujar warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu Dalam aturannya, guiding block yang memiliki kontur strip empat garis menandakan arah jalan lurus. Kemudian, jika terdapat kontur bulat-bulat menandakan peringatan berbahaya, misalnya area itu tempat keluar masuk kendaraan, laju pedestrian menurun, atau terdapat penghalang seperti pohon.

Sayangnya, guiding block di jalur pedestrian di Jakarta banyak yang terpasang asal jadi. Padahal, fasilitas itu tentu sangat berarti bagi penyandang disabilitas untuk berjalan kaki. Kondisi serupa juga ditemukan di Jalan Pesanggrahan, Kembangan, Jakarta Barat. Guiding block terpasang sangat membahayakan. Tepat di depan Apartemen Puri Park View, guiding block terpasang dengan kontur strip empat garis (jalan lurus). Padahal, di tempat itu tempat keluar masuk kendaraan. Akibatnnya insiden kecelakaan terjadi di sana.

"Beberapa kali memang ada tunanetra yang keserempet mobil masuk. Mereka pikir jalan lurus aja," ujar Agus, tukang ojek yang mangkal sekitar 100 meter dari lokasi Di Jalan Cengkeh, Taman Sari Jakarta Barat, tak jauh berbeda. Guiding block ada yang terhalang pohon. Harusnya, jika terhalang ada kontur bulat-bulat dengan melingkari pohon itu. Namun, nyatanya kontur strip empat garis yang dipasang di situ. Kondisi itu tentu sangat membahayakan seorang tunanetra yang bisa menabrak pohon tersebut.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tahun ini memang tengah membangun trotoar yang ramah untuk penyandang disabilitas. Sayang, pemasangan tidak seenaknya saja. Aris Yohanes, salah satu pendiri Karya Tuna Netra (Kartunet) tak menampik, kondisi pedestrian di jakarta tak nyaman untuk pejalanan kaki tunanetra seperti dirinya. Buruknya pemasangan guiding block membuat banyak tunanetra yang pada akhirnya tersesat, bahkan tak jarang menabrak sesuatu.

"Jika dipasang dengan benar, itu membantu kami mengetahui ada apa di depan, apakah harus berhenti atau lurus terus," kata Aris beberapa waktu lalu. Selain banyak guiding block yang salah pemasangan, banyak ditemukan juga guiding block yang kodisinya rusak. Kerusakan disebabkan kendaraan motor yang nekat naik di trotoar. (Akmal Fauzi/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya