Pemda makin Peduli HAM

FL/BB/Ant/N-2
09/12/2016 03:41
Pemda makin Peduli HAM
(ANTARA/Moch Asim)

JUMLAH daerah yang peduli terhadap kondisi hak asasi manusia di wilayahnya terus meningkat.

"Bertambahnya daerah yang berhak mendapat penghargaan Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan HAM pada 2006 ini menjadi salah satu buktinya," papar Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, pada peringatan Hari HAM Sedunia ke-68 di Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

Daerah yang menerima penghargaan, menurutnya, meningkat 70% jika dibanding tahun lalu.

Tahun ini ada 228 kabupaten dan kota, sedangkan tahun lalu 138 kabupaten dan kota.

Sepuluh provinsi yang mendapat penghargaan Peduli HAM ialah Jawa Timur, Sumatra Utara, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah.

Menteri menyatakan, pada 2017 mendatang, penilaian bagi daerah yang berhak mendapat penghargaan akan menggunakan mekanisme penilaian baru yang jauh lebih ketat.

Pihaknya sudah menerbitkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No 34/2016 tentang Kriteria Kabupaten dan Kota Peduli HAM.

"Penilaian baru ini akan meningkatkan kualitas daerah peduli HAM," tandasnya.

Penghargaan Peduli HAM mensyaratkan pemerintah dapat menjamin hak-hak politik, ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat.

Pemerintah juga harus dapat memberikan layanan pendidikan, layanan kesehatan, dan memberikan jaminan perlindungan kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Pemilihan Jawa Timur sebagai tuan rumah juga terkait terpilihnya daerah ini sebagai provinsi peringat pertama Peduli HAM.

Penghargaan diserahkan Yasonna langsung kepada Gubernur Soekarwo.

"Jawa Timur sangat antusias dan serius menangani masalah HAM di daerahnya. Selain gubernur, sebanyak 38 bupati/wali kota di Jatim yang juga memperoleh penghargaan Peduli HAM," tandas Yasonna.

Penghargaan Peduli HAM untuk Kota Sukabumi sangat disyukuri pemerintah dan masyarakatnya.

Kota ini menjadi satu dari 19 kota dan kabupaten di Jawa Barat yang memperolehnya.

"Salah satu parameter Sukabumi mendapat penghargaan karena mampu mengimplementasikan perda yang memperhatikan aspek HAM. Ini merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah pusat kepada Kota Sukabumi," terang Wakil Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Ia menegaskan penghargaan itu menjadi bukti bahwa toleransi dan saling menghargai masyarakat Kota Sukabumi sangat baik.

"Tahun ini kami juga mampu menjuarai lomba cerdas cermat HAM tingkat nasional. SMAN 3 Kota Sukabumi yang mewakili Jawa Barat berhasil menyabet juara nasional."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya