Kebakaran Lahan Nyaris Lalap 10 Rumah

Bhm/AR/DY/X-9
16/10/2015 00:00
Kebakaran Lahan Nyaris Lalap 10 Rumah
Sejumlah pekerja PT Bumi Andalas Permai berusaha memadamkan api yang membakar lahan gambut milik Perusahaan tersebut di Districk Air Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel. Kemis (15/10).(ANTARA/Nova Wahyudi)

KEBAKARAN lahan dan hutan di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan belum juga bisa diatasi. Di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, kebakaran justru membesar dan melanda area seluas 4 km2 dan nyaris melalap 10 rumah di Kecamatan Air Sugihan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan pihaknya mendapatkan laporan kebakaran besar dari pilot dan kru pesawat Hercules.

"Saya dengar ada kebakaran yang sudah merambat begitu cepat karena angin kencang. Di lokasi ada desa yang kira-kira dihuni 10 keluarga di sana," katanya di posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel, kemarin.

Dia menambahkan, pasukan darat yang dibantu masyarakat langsung berusaha melokalisasi kebakaran agar tak merembet ke desa.

Wilayah Sumsel menjadi fokus pemadaman. Pesawat dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Australia juga dikonsentrasikan ke kawasan tersebut.

Satu helikopter yang sebelumnya disiagakan di Provinsi Riau pun dialihkan ke Sumsel untuk membantu pemadaman di wilayah itu.

"Satu heli jenis Kamov telah digeser ke Palembang, Sumsel, karena kebakaran di Riau relatif kondusif dan bisa dikendalikan," kata Kepala BPBD Riau, Edward Sanger.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan hasil pantauan Satelit Terra Aqua, kemarin, terdeteksi 315 titik panas di Sumatra.

Hotspot terbanyak ada di Sumsel, yakni 221 titik.

Di Kalimantan, kabut asap pekat paling parah sejak Agustus lalu disebabkan kebakaran lahan dan hutan menyelimuti Samarinda, Kalimantan Timur.

"Tingkat kepekatan sudah mencapai 187,9 mikrogram per meter kubik. Ini sudah masuk level waspada dan mungkin terus meningkat," ucap Kepala BMKG Temindung, Samarinda, Sutrisno.

Titik api juga kembali bermunculan di Kalimantan Barat. Tercatat ada 59 hotspot, 58 di antaranya di Kabupaten Ketapang, satu lagi di Sekadau. Akibatnya, Kota Pontianak kembali diselimuti kabut asap, tapi jarak pandang masih terbilang normal, yaitu 1.500 meter.

Di sisi lain, upaya pemadaman kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Selatan terkendala oleh sulitnya pasokan air di lokasi.

BNPB menurunkan pesawat Cassa untuk membantu pemadaman kebakaran di perbatasan Kalsel-Kalteng.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya