Operasi Pemadaman Tunjukkan Kemajuan

Baharman
15/10/2015 00:00
Operasi Pemadaman Tunjukkan Kemajuan
(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
PADA hari keempat operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan Satgas BNPB bersama tim dari negara asing di Sumatra Selatan mulai menunjukkan kemajuan. Pantauan Media Indonesia sepanjang hari kemarin kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang tampak menipis sejak pagi hingga sore dengan jarak pandang sekitar 1.000-3.000 meter. "Kemarin, dilakukan 136 kali water bombing lewat udara termasuk upaya penyemaian garam untuk menciptakan hujan. Hercules Australia yang memiliki kapasitas angkut 15 ribu liter air tiba Selasa (13/10)," kata Dan Satgas Kebakaran Hutan Sumsel Tri Winarno seusai rapat evaluasi.

Pengeboman melalui udara tersebut, lanjut Tri, dilakukan oleh pesawat C132 milik Australia di Kecamatan Air Sugihan. Kemudian helikopter MI ke Tulung Selapan dan helikopter Chinook Singapura dikerahkan untuk menyiramkan air ke Kecamatan Pedamaran. Adapun pesawat Malaysia diarahkan ke Cengal.  "Kami fokus di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Titik api mulai berkurang walaupun asap tebal masih terlihat." Selain itu, tim yang bergerak di darat melanjutkan pembuatan kanal-kanal di lahan gambut agar api tidak merembet ke mana-mana termasuk sebagai tandon persediaan air untuk melancarkan upaya pemadaman.

Tim di darat, menurut Tri, juga membangun sejumlah sekat bakar untuk memisahkan daerah yang terbakar dengan wilayah yang belum terjangkau api. "Hal ini untuk mengantisipasi agar area yang terbakar tidak meluas." Hari ini, tim darat melanjutkan pat-roli titik api untuk memetakan operasi udara berikutnya. "Hasilnya dikoordinasikan dengan pihak kehutanan yang memantau lewat satelit agar water boombing lebih efektif," ujar Tri.

Gotong royong
Berdasarkan pantauan BMKG Stasiun Pekanbaru, kemarin, sekitar 300 titik panas mengepung Sumatra, dengan 222 di antaranya berada di Sumsel. Menurut Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sugarin, adanya sekitar 75% titik panas di Sumsel menunjukkan bencana kebakaran sangat parah. Sebelumnya, sejak Senin (12/10) sejumlah relawan membagi-bagikan kemasan oksigen gratis kepada warga. Seorang relawan bernama Sofia Elizar menyatakan ratusan oksigen dibagikan kepada warga agar mereka terhindar dari penyakit yang dipicu kabut asap.

Para relawan bergerak dari satu kawasan ke kawasan lain di Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Sementara itu, warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin kemarin bergotong royong menanggulangi kabut asap di wilayah mereka. "Warga berinisiatif memadamkan api. Tokoh masyarakat juga memberikan pemahaman kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Lurah diharap cepat ber-koordinasi dengan perusahaan apabila melihat titik api di sekitar lokasi perkebunan," ungkap Sekretaris Kecamatan Keluang Debby Heryanto.

Komisi II DPR mendesak pemerintah meningkatkan status kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan menjadi bencana nasional. "Jika terlalu lama, korban semakin banyak. Kalau itu menjadi bencana nasional, pemerintah bisa memaksimalkan seluruh sumber daya," tutur Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy dalam rapat bersama Mensesneg, Seskab, BNPB, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kemendagri. Mensesneg Pratikno mengaku kini pemerintah fokus memperbaiki tata kelola lahan gambut dengan membuat sumur dan kanal air.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya