Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMBALI ke fitrah, bagi seniman Caroline Robinson, adalah kembali ke alam. Sebab, di matanya, banyak manusia modern kini mengabaikan keintiman dengan ibu bumi lantaran kesibukan duniawi.
Dalam workshop yang dihelatnya pekan lalu, ia mengajak para Pegiat Budaya 2016 untuk mengingat koneksi mereka dengan alam. "Kami mengeksplorasi relasi dengan tanah, air, hujan, api, matahari, panas (heat), udara, ruang di antaranya, apa yang sebagian orang sebut sebagai spirit," ujar pendiri CABAL tersebut dalam sebuah workshop di Corban Estate Arts Centre, Henderson, Selandia Baru, pekan lalu.
CABAL adalah tempat yang memfasilitasi dan menghubungkan orang maupun komunitas yang meminati antara lain praktik desain, pembangunan, pun konstruksi yang menempatkan alam sebagai sesuatu yang hidup dan tidak terpisah.
"Kadang kita pikir kita tinggal di kota, dan apa yang disebut alam itu ada di pinggir sana. Itu tidak benar. Kita adalah bagian dari alam. Mengingat itu akan memungkinkan kita untuk bekerja secara kreatif demi melindungi planet kita," urai Robinson.
Seniman, lanjutnya, punya peran penting untuk membantu publik menghidupkan kembali hubungan mereka dengan alam. Dan, seniman pun bisa melakukannya secara kreatif dan bermakna.
"Mereka menolong kita mengingat, saat menyanyi, kita menyanyikan nafas kehidupan, menyanyikan gairah. Atau saat melukis, membuat keramik, kita memakai pigmen, dengan warna-warni yang ada di bumi," tuturnya.
"Dan, setiap bentuk ekspresi kultural maupun kreativitas adalah pertanda kita hidup," imbuh Robinson.
Dalam workshop sekitar 5 jam itu, Robinson meminta para pegiat budaya menggambarkan makna elemen-elemen alam. Untuk itu, ia sebelumnya meminta mereka mencari sendiri 'kuas' yang akan dipakai, di hutan sekitar lokasi workshop, Corban Estate Arts Centre.
Maka, jangan bayangkan pegiat budaya memakai kuas tradisional ketika mereka mengejawantahkan unsur-unsur alam pada kertas. Yang mereka pakai adalah daun, ranting, batu, bahkan batang pohon.
Seusai workshop, perupa Putri Fidhini mengatakan workshop Robinson mengingatkannya kepada naluri bermain seperti ketika kanak-kanak. Menjadi playful, menurutnya cenderung memudar seiring bertambahnya usia.
"Saya sebagai seniman yang belajar akademik, merasakan efeknya berupa dorongan bermain kita yang tergerus. Mungkin baik juga kalau kita berkarya tapi tanpa kesengajaan untuk membuatnya," kata dia. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved