Jateng Selatan Diguyur Rastra Tambahan

Liliek Dharmawan
13/10/2015 00:00
Jateng Selatan Diguyur Rastra Tambahan
(MI/BENNY BASTIANDY)
HARGA beras di Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan dalam sepekan terakhir bertahan meski saat sekarang sudah tidak ada lagi panen. Harga tidak bergejolak karena ada gelontoran beras sejahtera (rastra). Di pasaran, harga beras tetap bertahan pada kisaran Rp9.000 per kg hingga Rp9.500 per kg.  Humas Bulog Subdivisi Regional (Subdivre) Banyumas M Priyono mengatakan bahwa pada pekan kemarin telah digelontor lebih dari 6.200 ton beras untuk keluarga miskin di Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap. "Gelontoran rastra tersebut dapat menekan harga beras sehingga tidak bergejolak. Saat ini harga beras IR 64 kelas medium di tingkat penggilingan Rp8.500 per kg. Sementara itu, di warung berkisar Rp9.000 hingga Rp9.500 per kg," kata Priyono, kemarin.

Priyono menjelaskan, pada pertengahan Oktober, bakal didistribusikan rastra lagi. Penyaluran itu merupakan yang ke-13, sehingga pada musim paceklik saat ini, diharapkan tidak ada gejolak harga. "Kami berharap dengan adanya penyaluran rastra pada pertengahan Oktober, harga beras tidak mengalami gejolak," ujarnya. Priyono menyatakan jumlah rastra tambahan sama dengan rastra reguler, yakni 6.200 ton. "Selain menahan harga beras di pasaran, warga tidak mampu juga terbantu karena tidak membeli beras," tambahnya.

Di bagian lain, Pemkot Sukabumi, Jawa Barat, akan segera mendistribusikan rastra alokasi ke-13 dan 14. Dengan tambahan tersebut, total pagu rastra untuk 14.975 rumah tangga sasaran (RTS) di Kota Sukabumi tahun ini mencapai 3.144.750 kilogram. "Rastra untuk alokasi ke-13 dan 14 baru diluncurkan pada Oktober ini. Jadi, distribusi rastra pada Oktober ini dilakukan sebanyak dua kali, yakni yang reguler dan tambahan. Untuk rastra ke-14 akan disalurkan pada November," kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkot Sukabumi Cecep Mansur, kemarin. Pagu rastra 2015 untuk 14.975 RTS di Kota Sukabumi dialokasikan sebanyak 2.695.500 kg. Satu RTS mendapatkan alokasi sebanyak 15 kg per bulan dengan harga jual Rp1.600 per kilogram. "Untuk tambahan rastra ke- 13 dan 14, jumlahnya sebanyak 449.250 kg. Jadi total pagu rastra tahun ini sebanyak 3.144.750 kilogram," sebut Cecep.

Permintaan turun
Di sisi lain, pemilik penggilingan beras mengeluhkan menurunnya permintaan beras dari Jakarta. Hal tersebut diungkapkan pemilik penggilingan di Kecamatan Dukuhpuntang, Kabupaten Cirebon, Eman, kemarin. "Saat ini, permintaan pasar terhadap beras terus menurun." Biasanya, lanjut Eman, ia bisa mengirimkan beras ke Jakarta hingga 70 ton/bulan. Namun saat ini pengiriman beras ke Jakarta menurun hingga hanya 30 ton/bulan.

Bahkan tidak hanya permintaan untuk Jakarta, permintaan beras untuk di Cirebon pun juga menurun. Pasokan 2 ton beras untuk tiga pekan, padahal sebelumnya jumlah itu hanya untuk seminggu. Harga beras juga naik, karena harga gabah sudah Rp6.000 per kg. Saat ini, beras kualitas 1 dijual seharga Rp9.200/kg, beras kualitas 2 dijual seharga Rp8.800/kg, dan beras kualitas 3 dijual seharga Rp8.000/kg. Harga itu untuk penjualan karungan, sedangkan untuk eceran sudah dihargai Rp10 ribu per kg.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya