Pesawat Bom Air Lebih Efektif

Baharman
12/10/2015 00:00
Pesawat Bom Air Lebih Efektif
()
SETELAH sempat menipis, asap pekat akibat kebakaran lahan kembali menyelimuti sebagian wilayah Sumatra.

Terbatasnya jarak pandang akibat asap dan kembali membesarnya titik api menjadi kendala proses pemadaman dari udara.

"Hari ini (kemarin) kita all out dengan tujuh heli dan empat pesawat. Namun, tidak semuanya bisa terbang sebab terganggu visibility yang tiba-tiba berubah," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei seusai rapat evaluasi operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Palembang, kemarin.

Ia mengatakan operasi pemadaman tidak maksimal karena terganggu angin kencang, membesarnya titik api dan luas lahan yang terbakar, serta kabut asap pekat membuat jarak pandang sangat terbatas.

"Namun, usaha kita kemarin masih cukup produktif dengan cara water bombing," kata Willem.

Tim gabungan operasi udara dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia, kemarin, telah melakukan 161 water bombing dengan menggunakan 4 helikopter, 1 pesawat Air Tractor, dan 1 pesawat Bombardier 415 MP milik Malaysia di Kecamatan Pedamaran, Tulung Selapan, Air Sugihan dan Ce-ngal, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin.

"Pesawat Malaysia itu telah melakukan 10 kali bombing, berarti ada 60 ribu liter telah ditumpahkan," papar Willem.

Kepala BNPB menegaskan operasi water bombing di wilayah OKI Sumsel akan dilanjutkan hari ini dengan memaksimalkan seluruh bantuan asing, termasuk upaya menggunakan zat kimia pemusnah api dan modifikasi cuaca.

Pemadaman akan lebih efektif dengan hadirnya pesawat 'Thor' tipe Hercules L 100 yang dijadwalkan tiba besok atau lusa.

Menurut Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson, pesawat berklasifikasi air tanker itu sanggup membawa 15 ribu liter sekali terbang.

Namun, peminjaman 'Thor' hanya lima hari mengingat Australia juga butuh untuk memadamkan kebakaran lahan di wilayahnya.

"Kami berharap bisa sedikit membantu agar masalah kabut asap di Indonesia segera berakhir," kata Grigson, kemarin.

Seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, kemarin, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan Malaysia akan bekerja sama dengan Indonesia dalam membangun kanal penanganan kebakaran lahan dan hutan.

"Kemarin sudah kirim pesawat untuk bantu pemadaman. Malaysia dan Indonesia senantiasa bekerja sama," ujar Najib.

Beli pesawat
Melihat kebutuhan untuk penanganan kebakaran hutan/lahan setiap tahun, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan BNPB sudah merencanakan untuk membeli pesawat water bombing.

"Kami sudah ajukan, tahun depan rencananya dibeli," ujarnya.

Presiden Joko Widodo pun telah melontarkan rencana pembelian pesawat water bombing.

Namun, proses pembelian tersebut dikatakan Sutopo masih harus melalui pengajuan dan persetujuan DPR dan Kementerian Keuangan.

Pembahasan akan segera dilakukan guna memenuhi kebutuhan sarana-prasarana penanggulangan bencana di Indonesia.

"Selama ini BNPB tidak punya pesawat dan helikopter yang multifungsi karena terbatasnya anggaran. Karena itu, sejauh ini BNPB umumnya hanya menyewa bila sedang membutuhkan," tambah Sutopo. (RK/Mut/Pro/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya