Ada Dana, Sekolah Dibiarkan Rusak

BK/BB/FD/SL/YK/JI/RS/JS/LD/AU/MR/PO/MY/RF/N-4
03/12/2016 03:31
Ada Dana, Sekolah Dibiarkan Rusak
(ANTARA/Arif Firmansyah)

KOMISI IV DPRD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendesak dinas pendidikan segera memperbaiki sekolah rusak akibat sejumlah kejadian bencana belakangan ini.

"Dananya kan sudah ada, kenapa tidak dialokasikan saja? Daripada harus menunggu anggaran yang lain? Masak tega membiarkan siswa belajar dengan kondisi yang tidak layak?" ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Cecep Buldan, kemarin.

Akibat pergerakan tanah, sejumlah ruangan SD di Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung dan SMP 3 Sukaresmi ambruk.

Belum lagi bangunan di titik lain.

"Kalau disdik menyatakan di tingkat SMP saja ada 30% sekolah yang ruang kelasnya banyak rusak, apalagi kalau ditotalkan. Makanya perlu ada tindakan segera," tandasnya.

BPBD Cianjur mengaku akan segera berkoordinasi dengan disdik untuk mendapatkan data sekolah yang berada di daerah rawan bencana dan memetakannya untuk mengurangi risiko bencana.

Dalam merespons keluhan korban banjir di Aceh Singkil, Plt Gubernur Aceh Soedarmo memerintahkan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menambah 10 dapur umum dan tenda pengungsian di lokasi banjir.

Di Jambi, dua warga lanjut usia tewas terseret arus banjir yang tiga hari terakhir kembali meninggi di Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin.

Kedua korban secara terpisah terseret banjir saat berusaha menembus banjir berarus deras yang menutup jalan menuju rumah mereka, Kamis (1/12) siang.

Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jatim, dilaporkan terus meninggi dan menggenangi 7.145 rumah di 9 kecamatan.

Jumlah pengungsi bertambah dari yang tadinya 165 jiwa menjadi 1.101 jiwa.

Banjir juga mengenangi sejumlah lahan pertanian, 31 tempat ibadah, dan 24 gedung sekolah.

Kerugian materi diperkirakan Rp34,9 miliar.

Banjir menyebabkan tanggul Sungai Dengkeng di Klaten serta Kali Mekuris dan Kali Avour di Tuban jebol.

Di Kulonprogo dan Aceh Singkil, banjir juga merendam ribuan hektare lahan padi dan menyebabkan puso.

Sebanyak 25 ton bibit padi di Pulau Bangka, Bangka Belitung, terancam mubazir akibat tidak digunakan.

Bencana tanah longsor terjadi di Gianyar dan Klaten.

Guyuran hujan membuat jalan provinsi ruas Kecamatan Bumiayu-Sirampog, Brebes, Jateng, kembali retak dan ambles padahal baru diperbaiki dengan anggaran Rp3,6 miliar.

Sementara itu, bencana tanah bergerak di Cilacap, Jateng, masih terus terjadi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya