Pusat Diminta Bantu Wujudkan Proyek Jembatan

OL/DY/DW/N-4)N-4
03/12/2016 03:21
Pusat Diminta Bantu Wujudkan Proyek Jembatan
(ANTARA/Nyoman Budhiana)

DAERAH ramai-ramai meminta bantuan pemerintah pusat untuk mewujudkan pembangunan sejumlah jembatan yang dinilai mendesak.

Direktur Utama Perusahan Daerah Bali, Nyoman Baskara, mengatakan dukungan pusat diperlukan untuk mewujudkan tol penghubung Denpasar-Singaraja-Jembrana.

"Biaya pembebasan lahannya tinggi," ujarnya di Denpasar, kemarin.

Hingga kini, sejumlah investor telah menyatakan minat untuk membangun tol tersebut, dari dalam maupun luar negeri.

"Sudah ada 3-4 investor luar negeri yang berminat," ujarnya.

Pembangunan tol sejauh 154 kilometer itu juga paralel dengan pembangunan bandara.

Realisasi tol itu diharapkan mengangkat potensi Bali bagian utara.

Sementara itu, Pemprov Kalimantan Selatan mendesak pemerintah pusat memprioritaskan dukungan pembangunan jembatan Selat Kotabaru, penghubung Kabupaten Tanah Bumbu dengan Pulau Laut di Kabupaten Kotabaru.

Hingga kini akses menuju Pulau Laut harus ditempuh melalui kapal feri penyeberangan dan jalur udara menggunakan pesawat dari Banjarmasin.

Saat ini proyek pembangunan jembatan sudah masuk tahapan pembangunan jalan penghubung di kedua sisi jembatan, dengan menggunakan APBD provinsi dan sharing APBD Kotabaru serta Tanah Bumbu.

Belakangan diketahui, proyek pembangunan jembatan itu belum mendapat persetujuan anggaran pemerintah pusat.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Yulius Maulana mendesak pemda memeriksa sejumlah jembatan tua karena sangat bahaya bila terus digunakan.

Ia mencontohkan ambrolnya Jembatan Komering di Desa Gunung Agung, Kecamatan Cempaka, OKU Timur, akibat luapan sungai Ogan telah menyebabkan akses jalan terputus.

Padahal, jembatan itu merupakan akses utama yang menghubungkan 14 kecamatan.

Kadinas PU Bina Marga Sumsel, Syamsul Bahri, meng-akui jembatan itu memang sudah tua, dibangun pada 1920.

Menurutnya, masyarakat tak perlu khawatir karena sekarang pembangunan jembatan yang baru di sebelahnya terus dilakukan.

"Progresnya sudah mencapai 40% dengan dana Rp240 miliar dan dibangun secara multiyears. Insya Allah 2017 akan selesai."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya