Asap Menipis, Warga Mulai Lega

Putri Rosmalia Octaviyani
11/10/2015 00:00
Asap Menipis, Warga Mulai Lega
Pesawat Hercules C-130 dan helikopter Chinook milik Singapura serta pesawat amfibi CL415 milik Malaysia mendarat di Landasan Udara TNI-AU Palembang, Sumatra Selatan.(ANTARA/Nova Wahyudi)

SETELAH berkutat sekian lama, upaya pemerintah mengatasi bencana kabut asap yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan mulai membawa hasil. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa tebaran kabut asap di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra dan Kalimantan, kemarin, mulai menipis.

"Hal ini membuat jarak pandang mulai membaik," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, kemarin.

Sutopo memaparkan, di Padang misalnya, meskipun masih ada asap, jarak pandang sudah bisa mencapai 1.500 meter.

Di sejumlah kota lain perkembangan ke arah yang positif juga mulai terlihat. Pekanbaru bahkan jarak pandang sudah mencapai 4.000 meter.

Di Jambi 1.000 meter, Palembang 7.000 meter, Pontianak 2.000 meter, Palangkaraya 200 meter berasap, dan di Banjarmasin bahkan 9.000 meter cerah.

Akibat perkembangan positif itu, penerbangan pun mulai berjalan lancar, termasuk yang dilakukan oleh rombongan Presiden Joko Widodo dari Pekanbaru, Riau, ke Padang, Sumatra Barat, Jumat (9/10), dengan menggunakan pesawat kepresidenan BBJ-2. Penerbangan itu ditempuh dalam waktu 40 menit.

"Penerbangan ini membuktikan cuaca di kedua kota itu sudah membaik. Karena jarak pandang pesawat kepresidenan BBJ-2 minimal 2.000 meter," ungkap anggota Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana, melalui pesan singkat, kemarin.

Menipisnya kabut asap itu juga disambut masyarakat dengan perasaan lega.

Dalam sepekan terakhir, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, terutama kawasan sekitar Bandara Syamsuddin Noor dilaporkan jauh berkurang. Aktivitas penerbangan dan lalu lintas di jalan raya pun kembali normal.

"Kami sangat bersyukur berkurangnya kabut asap membuat aktivitas masyarakat dan pegawai kembali normal," tutur Khairil Saleh, Staf Bidang Kehumasan Pemprov Kalsel, kemarin.

Kepala Daerah Operasional ll Penanggulangan Kebakaran Hutan, Lahan, dan Kabut Asap Kalsel, Zulkarnaen, pun menyatakan, dalam beberapa hari terakhir tidak ada titik api terpantau oleh satelit di wilayah Kalsel.

"Kebakaran hanya terjadi dalam skala kecil sehingga kegiatan pemadaman lewat udara menggunakan helikopter water bombing dialihkan ke Kalteng," kata dia.

Hujan pun dilaporkan mulai mengguyur Pontianak, kemarin. Hujan kedua dalam sepekan terakhir yang mengguyur ibu kota Provinsi Kalbar itu, diharapkan membuat kabut asap yang menyelimuti wilayah itu kian menipis.

Di lain sisi, empat pesawat dari Malaysia dan Singapura yang akan dioperasikan membantu pemadaman di Sumsel, telah tiba di Base ops Lanud TNI-AU Palembang sejak Jumat (9/10) dan kemarin.

Pemprov Kalteng dan Jambi dilaporkan belum mengetahui apakah akan ada bantuan pesawat dari luar negeri. Presiden Jokowi mengatakan bantuan asing yang datang itu akan difokuskan untuk pemadaman di Sumsel.

(Kim/DY/RK/SL/AR/SS/Bhm/Ant/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya