Korban Pergerakan Tanah di Cipatat masih Bertahan di Pengungsian

Depi Gunawan
01/12/2016 18:30
Korban Pergerakan Tanah di Cipatat masih Bertahan di Pengungsian
(ANTARA)

SEBANYAK 68 kepala keluarga (KK) korban pergerakan tanah di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, masih tinggal di tenda pengungsian yang disediakan pemerintah daerah setempat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat Dicky Maulana mengatakan pergerakan tanah di Kampung Cikatomas, Desa Cipatat dan Kampung Balekambang, Desa Cirawamekar masih sering terjadi sehingga para korban belum dibolehkan kembali ke rumahnya.

"Berdasarkan prakiraan cuaca, dua lokasi itu masih rawan terjadi pergerakan tanah karena hujan masih sering turun,"ujar Dicky, Kamis (1/12).

BPBD Bandung Barat juga sudah memperpanjang status tanggap darurat bencana pergerakan tanah di dua desa tersebut. Tanggap darurat yang awalnya akan berakhir 4 Desember, diperpanjang hingga 21 hari ke depan.

Perpanjangan masa tanggal darurat ini, kata dia, karena para korban tidak bisa lagi menempati rumahnya. Selain itu, BPBD akan membangun hunian sementara (huntara) bagi korban di dua desa tersebut.

"Kita telah rapat dengan aparat desa, tokoh masyarakat dan perwakilan warga yang jadi korban untuk penentuan lokasi huntara itu," bebernya.

Selain lokasi, pihaknya terbentur kurangnya dana untuk pembangunan huntara ini sebab tidak bisa seluruhnya mengandalkan dana APBD. Oleh sebab itu, BPBD rencananya akan mengajukan bantuan kepada BNPB.

"Ada 68 unit rumah yang harus dibangun untuk korban di Cikatomas dan Balekembang, kalau semuanya harus mengandalkan APBD tidak akan cukup, harus dibantu pusat. Proposalnya sedang kita siapkan, "paparnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya