Ratusan Ribu Jiwa Idap ISPA

Solmi
09/10/2015 00:00
Ratusan Ribu Jiwa Idap ISPA
(ANTARA/WAHDI SEPTIAWAN)
JUMLAH penderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat terdampak kabut asap terus bertambah. Di wilayah Provinsi Jambi, jumlah penderita ISPA kini melonjak mendekati 70 ribu jiwa. Di Provinsi Riau, jumlah mereka sudah mencapai 51.413 jiwa. Lonjakan jumlah penderita ISPA di wilayah Provinsi Jambi disebabkan hingga kemarin asap pekat masih belum berlalu. Sebagian besar di antara mereka balita, anak-anak, dan warga berusia lanjut (lansia).

Berdasarkan catatan yang diperoleh Media Indonesia di Posko Tanggap Darurat Bencana Kabut Asap di Bandara Sultan Thaha, Jambi, jumlah warga di Provinsi Jambi yang terserang penyakit ISPA merupakan akumulasi korban pada Agustus dan September 2015. Totalnya sebanyak 69.486 jiwa. Terbesar pada September, yakni sebanyak 40.786 jiwa. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Andi Pada, kemarin, membenarkan lonjakan jumlah warga terserang ISPA. Menurutnya, peningkatan itu disebabkan kabut asap yang kian memburuk sejak awal September 2015. Jumlah korban terbesar, menurut Andi Pada, terutama di Kota Jambi.

Namun, Andi belum bisa merinci kondisi dan detail usia para korban karena data yang dikumpulkan berdasarkan catatan intensitas kunjungan warga ke puskesmas dan rumah sakit yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi. "Kita belum bisa memberikan rinciannya karena saat ini masih fokus dalam pelaksanaan sistem respons dan penanganan dini terhadap warga yang berada di wilayah kepungan asap. Warga yang membutuhkan perawatan intensif, kita beri pelayanan secara gratis di rumah sakit pemerintah," kata Andi Pada.

Diakui Andi, selain akibat kabut asap yang tidak kunjung hilang, perilaku dan respons kewaspadaan masyarakat menjadi pemicu makin banyaknya penderita ISPA. Warga abai terhadap imbauan tidak keluar rumah serta menggunakan masker. Terkait dengan informasi seorang balita bernama Nabila meninggal dunia akibat kabut asap, menurut Andi Pada, setelah diurai rekam medisnya, tidak bisa disimpulkan ia meninggal akibat kabut asap. Di Palembang, Sumatra Selatan, satu bayi meninggal karena gangguan pernapasan yang diduga akibat pencemaran kabut asap, Selasa (6/9). Bayi bernama Muhammad Husin Syahputra berusia 28 hari, anak ketiga pasangan suami istri Hendra Syahputra, 33, dan Mursida, 34. Kondisi udara Kota Palembang sepanjang Selasa (6/9) diselimuti asap pekat dengan ISPU 400 mikrogram/m3 atau level berbahaya.

Terbanyak
Di Provinsi Riau, berdasarkan data terakhir yang dihimpun Dinas Kesehatan Riau diketahui, terdapat sebanyak 61.764 pasien yang terjangkit penyakit akibat asap. Kepala Dinas Kesehatan Riau Andra Syafril, kemarin, mengatakan penderita penyakit akibat asap terbanyak ialah ISPA yang mencapai 51.413 pasien, kemudian penyakit kulit 3.965 pasien, dan penyakit mata 3.061 pasien. Adapun penderita penyakit asma tercatat sebanyak 2.430 pasien dan penderita pneumonia sebanyak 895 pasien.

"Korban penyakit akibat dampak kabut asap terbanyak di Kota Pekanbaru yang mencapai 13.914 pasien dengan jumlah penderita terbanyak ialah penyakit ISPA yang mencapai 12.806 pasien," terang Andra. Di sisi lain, upaya pemadaman terus dilakukan di seluruh wilayah yang dilanda kebakaran hutan dan lahan. Dalam dua hari terakhir, upaya pemadaman di wilayah Kota Jambi terbantu oleh hujan ringan. Kepala Penerangan Satgas Tanggap Darurat Bencana Kabut Asap Jambi Mayor Inf Imam Syafei, kemarin, mengatakan 98% dari 15 ribuan hutan dan lahan gambut yang terbakar di wilayah Provinsi Jambi sudah padam.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya