Ratusan Personel Siap Cegat Massa

Tosiani
29/11/2016 05:01
Ratusan Personel Siap Cegat Massa
(MI/Tosiani)

SEBANYAK 700 personel Kodim 0706 dan Polres Temanggung, Jawa Tengah, dikerahkan untuk mencegat massa yang hendak mengikuti demonstrasi pada 2 Desember di Jakarta.

Kapolres Temanggung AKB Wahyu Wim Hardjanto di Temanggung, kemarin, memaparkan 300 personel TNI dan 400 anggota polisi bersinergi untuk mencegat massa di tiga titik perbatasan.

"Upaya pencegatan dasarnya maklumat Kapolda Irjen Condro Kirono tertanggal 25 November yang tidak memperkenankan warga Jateng, termasuk Temanggung, ikut aksi ke Jakarta," ujar Wahyu.

Wahyu mengutarakan upaya pencegahan mobilisasi massa ke Jakarta dilakukan secara persuasif, seperti menyambangi tokoh agama dan ulama serta menyosialisasikannya melalui pemasangan spanduk di sejumlah titik.

Isinya imbauan agar warga tidak berangkat ke Jakarta untuk berdemo.

Warga yang hendak menyuarakan aspirasi, lanjut Wahyu, sebaiknya berdemo di Temanggung.

"Tidak usah ke Jakarta. Yang penting kan tujuan menyampaikan aspirasi," kata Wahyu.

Dari Ciamis, Jawa Barat, massa gagal mendapatkan bus untuk ke Jakarta.

"Kami tidak bisa apa-apa. Pemilik bus di Ciamis, Banjar, dan Tasikmalaya menolak mengangkut massa ke Jakarta sehingga semua ormas sepakat mengerahkan massa untuk berjalan kaki ke Jakarta," kata koordinator aksi Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Ciamis, Wawan.

Rute yang akan ditempuh, jelas dia, ialah Jalan Cikoneng, Cihaurbeuti, Rajapolah, Limbangan, Garut, Bandung, lalu ke Jakarta.

Pemilik Perusahaan Otobus (PO) Gapuraning Rahayu Ciamis, Roni Karno, memaparkan seluruh 25 bus miliknya sejak pekan lalu telah dipesan masyarakat dengan tujuan Yogyakarta, Bandung (Jawa Barat), dan Surakarta (Jawa Tengah).

"Kendaraan yang kami miliki tidak ada yang kosong dan kendaraan bus tidak bisa mendadak dipesan secara langsung, harus melalui pesanan satu minggu terlebih dulu. Akan tetapi, sekarang ini kendaraan yang kami miliki tidak ada dan semuanya keluar kota, tetapi jika ada dipastikan kendaraan bus yang saya miliki akan diberikan," katanya.

Tour de Timor

Sekitar 70 peserta Tour de Timor Indonesia membatalkan diri mengikuti ajang balap sepeda itu, termasuk 30 dokter jantung dari Malaysia yang khawatir dengan demonstrasi pada 2 Desember.

"Peserta dari Malaysia takut mereka tidak bisa kembali ke negara mereka karena unjuk rasa di Jakarta," kata Kabid Promosi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur (NTT) Eden Klakik di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Padahal, para dokter itu sudah mendaftar sebagai peserta Tour de Timor Indonesia yang akan digelar pada 30 November-3 Desember.

Mereka dijadwalkan memberikan layanan tentang jantung sehat kepada warga di setiap etape.

Menurut Eden, untuk menuju NTT, sebagian peserta dari luar negeri harus transit di Jakarta.

"Kekhawatiran peserta dari luar negeri ialah jika terjadi apa-apa di bandara, itu akan mengganggu kepulangan mereka," ujarnya.

Selain itu, sejumlah peserta dari Singapura membatalkan keikutsertaan mereka di ajang tersebut.

Dengan demikian, dari sekitar 120 peserta yang mendaftar, tersisa sekitar 50 orang.

(/AD/PO/UL/LD/BY/RS/RF/BB/CS/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya