Izin Terakhir sang Pilot Helikopter

DW/Ant/N-1
29/11/2016 04:31
Izin Terakhir sang Pilot Helikopter
(Sumber: Dokumentasi MI/Antara/Grafis: Duta)

WARGA sudah memenuhi rumah panggung yang terbuat dari papan kayu di Dusun II Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.

Rumah itu merupakan tempat tinggal dan tanah kelahiran dari Lettu CPN Yohanes Syahputra, pilot helikopter Bell-412 EP HA-5166 milik TNI-AD yang jatuh di pegunungan sekitar 5 kilometer dari Desa Long Sulit, Kecamatan Krayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Ayah kandung Yohanes, Aini Mahlan, saat ditemui mengaku didatangi anggota TNI perwakilan dari Waytuba, Lampung Barat, Lampung, kemarin sekitar pukul 02.00 WIB.

"Kami sudah lama menanti kabar. Akhirnya ada perwakilan Waytuba datang dan memberi kepastian anak kami telah tiada," ucap Aini.

Ia pun bangga akan anaknya yang wafat demi tugas negara.

"Dua putrinya masih kecil jadi tidak mengerti apa-apa tentang kondisi ayahnya. Tapi, istri Yohanes masih syok. Dia (Deri Utami) masih di dalam kamar dan enggan keluar," jelasnya.

Aini mengaku sempat dihubungi Yohanes pada Kamis (24/11), atau hari yang sama saat helikopter tersebut hilang kontak.

"Anak saya bilang berangkat ke perbatasan Malaysia-Indonesia untuk mengantar logistik khusus anggota TNI yang bertugas. Dia berangkat dengan empat kru lain. Kami tidak menyangka itu adalah hari terakhir dia meminta izin pada kami," tandasnya.

Kepala Dinas Penerangan TNI-AD (Kadispenad) Brigjen M Sabrar Fadhilah mengaku tim masih mencari Yohanes.

Sebab, sejauh ini tim baru mengevakuasi seorang personel yang hidup, Lettu Abdi, dan tiga jenazah yakni Lettu Ginas Sasmita Aji, Sertu Bayu Sadeli Putra, dan Praka Suyanto.

Adik Sertu Bayu, Indah, mengaku sempat berkomunikasi dengan Bayu lewat telepon seluler pada Rabu (23/11).

Indah dinasihati agar berhati-hati memasang status di sosial media.

Ayah Bayu, Nurbay Tanjung, mengaku sudah menyerahkan proses pemakaman anaknya kepada pihak TNI di Dumai, Riau.

Di sana, sang putra akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) di Dumai.

Adapun, istri Sertu Bayu, Rahmita Dewi, juga sempat berkomunikasi dengan suaminya pada Rabu (23/11) melalui Blackberry Messenger.

"Almarhum meminta maaf dan berpesan untuk menjaga kedua anaknya, Bara Alimsyah, 5, dan Rayihan Artarsyah, 4 bulan," katanya.

Bayu juga meminta istrinya untuk mengirimkan foto beserta dokumen lengkap semasa almarhum bertugas.

"Saya belum tahu maksudnya apa," katanya saat ditemui di Bekasi, Jawa Barat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya