Penderita Gangguan Jiwa Dikurung di Kandang Ayam

BB/AT/N-2
29/11/2016 03:51
Penderita Gangguan Jiwa Dikurung di Kandang Ayam
(MI/BENNY BASTIANDY)

AJI, 28, warga Kampung Cipesing, Desa/Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sudah hampir satu tahun dikurung keluarganya.

Dia sudah empat tahun mengalami gangguan jiwa.

Aji dikurung di sebuah kurungan yang terbuat dari bambu dan kayu. Letaknya berada di halaman depan rumah, persis di pinggir pintu masuk.

Sekilas, tempat itu mirip kandang ayam.

Bagian belakang kurungan ditutupi sarung, sedangkan bagian atas ditutupi karung.

Agar tak dirusak, bambu dan kayu dililit kawat besi.

Aktivitas sehari-hari Aji dilakukan di dalam kurungan itu.

Makan, minum, buang air besar, dan buang air kecil, semua dilakukan di tempat itu.

Orangtuanya, Manun, 70, dan Eni, 60, mengaku terpaksa mengurung anak pertama dari tiga bersaudara itu karena ia terkadang mengamuk.

Eni tak mengetahui persis penyebab gangguan kejiwaan yang dialami Aji.

"Sebelum dikurung, dia sering diam dan bertingkah tidak wajar. Dia juga suka mengamuk dan merusak isi rumah."

Eni dan Manun tidak kuasa membawa anak mereka berobat ke dokter.

Mereka hanya buruh tani.

"Saya hanya berharap keajaiban anak saya bisa sembuh lagi."

Di Yogyakarta, Center for Improving Qualified Activity in Live of People with Disabilities mengungkapkan ada 76 kasus kekerasan terhadap perempuan disabilitas dalam tiga tahun terakhir di DI Yogyakarta.

Namun, baru tiga kasus yang sudah diproses secara hukum di pengadilan.

"Sebanyak 73 kasus lain belum ditangani dengan baik secara hukum," kata Koordinator Program Advokasi CIQAL DIY, Ibnu Sukoco.

Dari jumlah kasus itu, 80%-nya merupakan kasus kekerasan seksual, dengan pelaku orang terdekat.

Selain itu, ada empat kasus kekerasan dalam rumah tangga.

"Bantul dan Kulon Progo menjadi daerah yang kasusnya paling banyak."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya