Banjir Bengawan Solo Telan Korban Jiwa

Ahmad Yakub
28/11/2016 03:11
Banjir Bengawan Solo Telan Korban Jiwa
(MI/M Yakub)

LUAPAN banjir Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menelan satu korban jiwa.

Korban bernama Ahmad Nur Royyan, 11, warga Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Bojonegoro. Ia tenggelam ketika bermain di genangan banjir, kemarin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, menjelaskan korban tenggelam di saluran irigasi Desa Lengkong-Kedungdowo dengan kedalaman 20 meter-40 meter yang airnya sedang meluap, sekitar pukul 10.00 WIB.

"Korban, waktu mencebur di genangan banjir, tidak tahu kalau airnya dalam. Apalagi korban tidak bisa berenang," terang Andik, kemarin.

Hingga kemarin banjir Bengawan Solo masih siaga kuning dengan ketinggian air pada papan duga di Bojonegoro mencapai 14,81 meter.

Ketinggian air masih stabil atau belum ada tanda-tanda surut.

Dari Sulawesi Selatan, satu orang tewas setelah angin puting beliung menerjang Desa Pantengnge, Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), kemarin.

Akibat angin puting beliung, sedikitnya 40 rumah rusak dan empat di antaranya rata dengan tanah.

Kepala BPBD Kabupaten Sidrap, Siara Barang, menjelaskan hujan deras disertai angin puting beliung terjadi Sabtu (26/11) sekitar pukul 18.15 Wita.

"Selain puluhan rumah rusak, ada tiga orang tertimpa reruntuhan rumah. Satu di antaranya meninggal dunia bernama Abdul Samad alias Sama'e, 55," kata Siara.

Dari Tasikmalaya, Jawa Barat, keluarga pasien cemas terjadi banjir susulan menggenangi RSUD dr Soekarjo.

Sebelumnya banjir menyebabkan ruangan Poli 5, 6, dan ruang anak terendam banjir pada Sabtu (26/11), tetapi kemudian cepat surut.

Banjir juga mengancam Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sumatra Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Jawa Tengah.

Selain banjir, longsor juga mengintai sejumlah daerah akibat hujan yang terus-menerus turun.

Seperti di Jawa Timur, terjadi longsor longsor di Km 16 jalur Trenggalek-Ponorogo.

Akibatnya jalur dari kedua daerah ini terpaksa ditutup.

Erupsi Kerinci

Gunung Kerinci yang terletak di antara Provinsi Jambi dan Sumatra Barat menyeburkan abu vulkanik.

Menurut keterangan warga setempat semburan abu vulkanis sudah terjadi sejak pertengahan November.

Ketinggian abu vulkanis berkisar 500 meter.

Direktur Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto Rahardjo, mengatakan erupsi Gunung Kerinci berdampak pada penerbangan.

Para pilot disarankan untuk terbang dengan ketinggian minimum 15.000 kaki.

Sekitar kawasan Gunung Kerinci terdapat dua bandara, yakni Bandara Muarabungo di Kabupaten Bungo berjarak 77,7 kilometer dari gunung.

Lainnya, Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci yang berjarak 14 kilometer dari Gunung Kerinci.

(Tim/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya