Megaproyek di Palembang Serap Ribuan Tenaga Kerja

DW/BY/LD/N-3
28/11/2016 03:01
Megaproyek di Palembang Serap Ribuan Tenaga Kerja
(ANTARA/Nova Wahyudi)

SEJUMLAH megaproyek yang sedang dikerjakan di Kota Palembang, Sumatra Selatan, menyerap banyak tenaga kerja.

Sejumlah megaproyek yang saat ini sedang digarap antara lain proyek light rail transit (LRT), Fly Over Simpang Tanjung Api-Api, Fly Over Simpang Keramasan, Jembatan Musi IV, dan Jembatan Musi VI.

Lima megaproyek itu menyerap 3.802 tenaga kerja. Sebanyak 3.055 tenaga kerja berasal dari Kota Palembang.

"Jadi, sejumlah pembangunan di Kota Palembang ini ada manfaatnya bagi masyarakat," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang, Yanuarpan Yany, kemarin.

Ia menjelaskan, dari 3.802 tenaga kerja yang terlibat dalam lima pembangunan proyek tersebut, ada 745 tenaga kerja dari luar Kota Palembang dan 2 tenaga kerja asing.

"Proyek LRT paling banyak membutuhkan tenaga kerja," tambahnya.

Dari Jawa Barat, pemerintah provinsi setempat diminta membentuk tim koordinasi percepatan penuntasan tanah wakaf dan fasilitas umum, yang terkena dampak pembangunan tol.

Pasalnya, banyak tanah wakaf yang menyebabkan terhambatnya pembangunan tol.

Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Iwa Karniwa, menjelaskan saat bertemu dengan Menteri Agama, ia membahas sejumlah penggantian tanah wakaf.

Tim yang dibentuk itu merupakan gabungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Pertanahan Nasional, Pemprov Jabar, dan Kantor Wilayah Agama.

"Saat ini perlu diinventarisasi tanah-tanah wakaf dan fasilitas umum yang akan terkena pembangunan tol," jelas Iwa.

Keberadaan tanah wakaf itu tersebar di seluruh pembangunan tol di Jabar, seperti Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Soreang-Pasirkoja (Soroja), dan Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

Untuk pembangunan Tol Cisumdawu, jika persoalan tanah wakaf tuntas bulan depan, pengerjaan konstruksi sudah bisa dilakukan.

"Saat ini di lapangan masih ada hambatan, terutama terkait dengan pembebasan lahan tiga tanah wakaf," katanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya