BNPB Pasrah dan Tinggal Berharap pada Hujan

Tlc/Deo/X-9
07/10/2015 00:00
BNPB Pasrah dan Tinggal Berharap pada Hujan
Willem Rampangilei Kepala BNPB(ANTARA/Rivan Awal Lingga)

TATKALA kebakaran lahan di Sumatra dan Kalimantan terus berkobar serta rakyat di kedua wilayah semakin tersiksa, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) justru mulai pasrah. Bagi mereka, hanya hujan yang bisa memadamkan api.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, tanpa hujan, mustahil bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan bisa teratasi. "Tanpa datangnya musim hujan, tampaknya pemadaman api sulit," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut Willem, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan pemadaman semakin sulit, salah satunya pembakaran baru di lahan-lahan perkebunan masih saja terjadi terutama di Kalimantan Timur dan Sumatra Selatan. "Cuaca yang sulit diprediksi menjadi hambatan lain. Pemerintah telah menyiapkan empat pesawat untuk menciptakan hujan buatan. Namun, lantaran El Nino, jumlah awan untuk disemai belum mencapai ketentuan.

"Kendala lain, imbuh dia, asap terlalu pekat yang membuat pesawat Hercules dan helikopter sulit terbang sehingga upaya water bombing tak optimal. Saat ini, upaya pemadaman hanya bisa dilakukan dari darat.

Ironisnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi di kawasan Riau dan Jambi baru akan mulai turun hujan mulai akhir Oktober ini. Itu pun dengan curah sangat rendah. Sumatra Selatan baru mengalami hujan bulan depan, juga dengan curah sangat rendah.

"Cuaca baru benar-benar membantu pemadaman kebakaran lahan pada Desember nanti," jelas Kepala BMKG Andi Eka Sakya.

Berdasarkan data citra satelit BNPB hingga kemarin, ada 712 titik api di Kalimantan dan 502 titik di Sumatra. Akibat asap, sedikitnya 57.536 warga di Riau terjangkit beragam penyakit.

Komisi II DPR akan segera membentuk panitia kerja asap untuk berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna mencari solusi menyeluruh. Menurut anggota Komisi II asal Riau Lukman Edy, penanganan bencana asap di berbagai daerah lamban.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pemerintah segera menetapkan bencana kabut asap sebagai bencana nasional.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya