Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PESAWAT Twin Otter DHC6-300 milik Aviastar menerbangi rute Masamba-Makassar sesuai regulasi. Hal itu dikemukakan Direktur Operasi Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Wisnu Darjono di Kementerian Perhubungan, Jakarta, kemarin.
"Pesawat dengan nomor penerbangan MV 7503 itu terbang secara fl ight visual rules (FVR) atau berdasarkan pandangan. Tidak ada regulasi yang dilanggar baik di Indonesia maupun internasional. Dari keselamatan 100% sama. Di luar negeri seperti di Eropa dan AS pun dipakai. Selama dipenuhi syaratsyaratnya, tidak masalah," kata Wisnu. Hanya, lanjut Wisnu, cara terbang tersebut tidak boleh digabung atau dicampur aduk dalam satu penerbangan.
"Harus salah satunya saja. Syarat penerbangan dengan FVR, yakni kecepatan tidak melebihi kecepatan cahaya, tidak boleh memasuki awan, dan jarak pandang minimal 5 mil atau sekitar 8 kilometer." Kemarin, tim Basarnas mengakhiri pencarian puing Aviastar setelah berhasil mengevakuasi 10 korban dari ketinggian 7.300-7.600 kaki di Pegunungan Pajaja, Dusun Gamaru, Kabupaten Luwu, Sulsel. Seluruh jenazah dan kotak hitam langsung diterbangkan ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, menggunakan helikopter.
Menurut Kepala Basarnas FHB Soelistiyo, evakuasi korban berlangsung cukup lama karena medan operasi yang tidak mudah dijangkau. "Hampir 80% lokasi terdiri atas hutan lebat dan gunung. Kondisi pesawat sebagian hangus, tetapi ada di satu lokasi." Pesawat Aviastar tersebut diawaki Kapten Pilot Iri Afriadi dengan kopilot Yudhistira, dan teknisi Sukris Winarto serta tujuh penumpang, yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M Natsir, Afi f (bayi satu tahun), Raya Adawiah, 3.
Mereka semua ditemukan dalam kondisi meninggal. Tim Kedokteran Kesehatan Polda Sulsel kemarin langsung melakukan identifi kasi korban di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulsel. Mereka sudah memiliki data sekunder atau data pembanding untuk memudahkan identifi kasi. "Kalau memang kondisi bagus dan data lengkap, proses identifi kasi cepat. Beberapa keluarga sudah melaporkan data pembanding seperti sidik jari," ujar seorang anggota Tim Kedokteran Polda Sulsel, Rahmat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved