Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA longsor dan pergerakan tanah di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat semakin meluas. Penduduk yang terdampak bencana telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Pergerakan tanah di Kampung Cikatomas Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, setiap harinya terus terjadi meski kini intensitasnya lebih kecil. Adapun tanah longsor di Kampung Tonjong, Desa Nyalindung menyebabkan sejumlah rumah rusak dan rawan ambruk.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Dicky Maulana menyatakan, kejadian longsor dan pergerakan tanah di Cipatat masih terus terjadi setiap hari dan mengancam keselamatan warga.
"Untuk korban pergerakan tanah di kampung Cikatomas sudah mengungsi di GOR desa setempat dan rumah kerabatnya. Mereka sudah aman tinggal sementara di sana," kata Dicky, Kamis (24/11).
Dia menyatakan, bencana di Kecamatan Cipatat sudah diteliti oleh Badan Geologi. Namun secara kasat mata, dugaan sementara bencana di sana lebih disebabkan oleh aliran air yang terus menggerus tanah.
Pihaknya hanya akan menunggu rekomendasi dari Badan Geologi apakah tempat tinggal warga masih layak atau tidak dihuni lagi warga atau malah mereka terpaksa harus direlokasi. Kalaupun harus direlokasi, pemerintah mengaku siap memfasilitasinya.
Dia menuturkan, saat ini pengungsi longsor di Kampung Tonjong yang sudah menempati tenda BPBD sekitar 50 jiwa dengan jumlah rumah yang terdampak mencapai 34 unit rumah. Jumlah tersebut diduga bisa bertambah mengingat potensi longsor masih ada. Pihaknya pun kembali mengingatkan warga agar lebih waspada.
"Kejadian di Cipatat ini di luar dugaan kami karena ternyata banyak terdapat titik-titik longsor. Sebetulnya kita sudah lakukan pemetaan di seluruh kawasan zona merah, bukan hanya di Cipatat melainkan di 15 kecamatan lainnya karena semua daerah ternyata rawan bencana. Tapi ternyata di Cipatat yang paling banyak terjadi bencana." (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved