MUSIM kemarau panjang menyebabkan produksi tanaman pangan menurun. Seperti yang dialami para petani tomat di Desa Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami gagal panen akibat kurangnya pasokan air akibat musim kemarau panjang. Kondisi itu menyebabkan para petani mengalami kerugian jutaan rupiah. Hampir sebagian besar tanaman tomat, terutama daun dan batang mengering serta diserang hama ulat.
Nur Mariyah, 43, petani Desa Perbawati, mengungkapkan sudah setengah bulan ini tanaman tomatnya tidak disiram air karena belum ada hujan. "Kemarin sempat hujan sebentar tapi tidak memengaruhi tanaman. Panen tidak maksimal karena banyak tanaman yang mengering," ujar Nur Mariyah, kemarin. Demikian juga dengan tanaman tebu, produksinya ikut turun pula. Saat puncak kemarau, realisasi tanaman tebu di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada musim tanam tahun ini menurun jika dibandingkan dengan musim lalu.
Pada tahun lalu, area tanam tebu seluas 3.837,98 hektare (ha). Untuk tahun ini hanya 3.726,6 ha. Kabag Humas dan Infokom Pemkab Lamongan Sugeng Widodo mengatakan tanaman tebu selama ini ditanam pada lahan kering, dengan mengandalkan pengairan saat musim penghujan. Pada bagian lain, sejumlah petani di Cilacap, Jawa Tengah, terpaksa harus berganti profesi sementara karena areal sawahnya tidak bisa digarap akibat kemarau panjang.
Mereka beralih menjadi buruh dan pekerja di Pelabuhan Perikanan Cilacap. Saroh, 46, buruh tani asal Kesugihan, mengatakan dia terpaksa mencari pekerjaan di Cilacap karena tidak ada pekerjaan saat ini. Dia mengungkapkan terpaksa mencari pekerjaan di Cilacap karena sawahnya tidak bisa ditanami. "Biasanya kalau sawah bisa ditanami, saya bekerja sebagi petani. Tetapi, kondisi kekeringan membuat kami harus mencari pekerjaan lain.
Salah satunya bekerja di tempat usaha ubur-ubur," jelas Saroh. Petani lainnya, Dulah, 51, menambahkan ia memilih menjadi buruh di pelabuhan selama musim paceklik. "Lumayan menjadi buruh harian mendapat upah Rp50 ribu per hari," ujar Dulah. Mereka kembali menggarap sawah saat musim hujan tiba.