Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKOLAH umum negeri adalah tempat belajar dan mengajar bagi seluruh anak bangsa sehingga tidak boleh ada pemaksaan terkait dengan agama bagi siswa.
"Jangan ada pemaksaan agama di sekolah. Kami menduga ini ada upaya mengadu domba kita sebagai satu bangsa," kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau Kamsol di Pekanbaru, kemarin.
Apalagi, lanjut dia, konstitusi telah menjamin hak bagi setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk, dan menjalankan ibadah agama masing-masing tanpa ada pemaksaan.
"Prinsipnya tidak boleh ada pemaksaan agama di sekolah-sekolah. Kami sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat untuk memastikan kabar tersebut," ungkap Kamsol.
Dia mengatakan itu terkait siswa nonmuslim di SMPN 3 Pandan Wangi, Peranap, Kecamatan Indragiri Hulu, Riau, yang harus mengenakan jilbab dan mengikuti pelajaran agama Islam.
Menurut pengakuan salah satu siswa tersebut, ia diwajibkan mengenakan jilbab dan belajar agama Islam di dalam kelas.
"Itu aturan dari sekolah. Kalau tidak berjilbab, ada teguran keras dari pihak sekolah," ujarnya.
Siswa lainnya mengatakan semua siswa nonmuslim di sekolah itu wajib mengikuti aturan berjilbab dan belajar agama Islam.
Jika tidak, mereka dikenai sanksi dari sekolah.
Orangtua salah satu siswa itu juga kecewa terhadap perlakuan sekolah.
"Sekolah negeri kan milik anak bangsa dan Indonesia berdasarkan Pancasila. Jadi perlakukanlah anak bangsa sesuai Pancasila," katanya.
Kepala SMPN 3 Pandan Wangi Irfandi menjelaskan aturan kewajiban berjilbab dan belajar pelajaran agama Islam berlaku sebelum dirinya menjabat.
"Sebelum saya menjabat kepala sekolah di SMPN 3, saya melihat siswa Kristen belajar agama Islam dan berjilbab. Saya mohon jangan beritakan ini. Kalaupun diberitakan, yang baik-baik saja kalau kita mau berteman," ujarnya.
Secara terpisah, Sekda Provinsi Bangka Belitung Yan Megawandi memastikan tidak ada pemaksaan bagi siswa di daerahnya.
"Sekolah umum negeri kan untuk segala anak bangsa yang ingin mengenyam pendidikan, tanpa memandang suku, agama, dan ras," kata Yan.
Karena itu, lanjut dia, mata pelajaran agama dibuat sesuai dengan agama siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved