Seribu Pemuda Nyatakan Tekad Jaga NKRI

Depi Gunawan
21/11/2016 04:25
Seribu Pemuda Nyatakan Tekad Jaga NKRI
(MI/Tosiani)

SEKITAR 1.000 pemuda dari berbagai daerah di Nusantara menyatakan tekad untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam kegiatan Jambore Nasional Pemuda Indonesia di Bumi Perkemahan Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Jambore yang digagas Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sejak Jumat (18/11) hingga Minggu (20/11) itu diadakan ketika isu perpecahan bangsa mencuat.

"Jambore ini membuktikan kita pemuda indonesia masih solid dan cinta NKRI demi menjaga keutuhan bangsa dan negara. Pemuda bersatu menguatkan komitmen nilai kebangsaan dan menepis anggapan perpecahan sebagaimana isu politik yang santer terdengar saat ini," kata Steering Committee Jambore Nasional Pemuda Indonesia, Sam Tamagola, kemarin.

Sam menegaskan peran pemuda sangat strategis dalam mengisi pembangunan bangsa, termasuk menjaga kesatuan dan persatuan.

"Jambore ini menjadi kesempatan bagi kami, pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke, untuk lebih mempererat tali silaturahim. Kesepakatan kesatuan dan persatuan bangsa harus lebih ditingkatkan kembali," jelasnya.

Sebagai wadah organisasi kepemudaan di Indonesia, KNPI berkomitmen menjaga keutuhan bangsa walau berbeda suku, bangsa, dan agama.

Selain olahraga bersama, jambore banyak diisi dengan pemaparan materi wawasan kebangsaan dan nilai-nilai nasionalisme dengan pemateri dari perwakilan TNI, tokoh nasional, dan menteri.

"Ada juga diskusi yang lebih menekankan pada peningkatan intelektualitas dalam menyatukan persepsi pemuda di seluruh Indonesia," bebernya.

Ikrar menjaga kebinekaan diutarakan ribuan warga Temanggung, Jawa Tengah, saat apel Kebinekaan Cinta Damai di Alun-Alun Kota Temanggung, kemarin pagi.

Kegiatan itu diprakarsai Kepolisian Resor Temanggung.

Warga yang berpartisipasi pada acara itu terdiri atas pelajar, TNI, Polri, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan unsur masyarakat.

Seusai mengucap ikrar akan menjaga dan merawat kebinekaan, mencegah perpecahan, warga lalu menuangkan niat mulia menjaga keutuhan NKRI dengan menandatangani papan putih yang terpampang di pinggir alun-alun.

Kepala Polres Temanggung, AKB Wahyu Wim Hardjanto, mengatakan, apel itu diadakan untuk menguatkan sendi-sendi berbangsa dan bernegara.

Hindari curiga

Bupati Temanggung, Bambang Sukarno, mengajak warganya, terutama generasi muda, untuk terus berpikir positif.

Menurut Bambang, perpecahan timbul lantaran tiap orang saling curiga dan memelihara pemikiran negatif.

"Mari kita lebih berpikir positif, menjaga kebersamaan, dan cinta Tanah Air," ujar Bupati.

Apel serupa telah digelar Polres dan Pemkot Palembang di Kantor Polres Palembang, pekan lalu.

Menurut Wali Kota Palembang, Harnojoyo, isu SARA bisa memecah belah persatuan dan menimbulkan konflik sosial.

Karena itu, hal tersebut perlu diantisipasi.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang disebarkan di internet dan media sosial.

"Masyarakat harus pintar dalam menyimak sebuah permasalahan, jangan hanya menilai dari sepintas, tapi harus didalami dan diyakini kebenarannya," tegasnya.

Doa bersama dilakukan Kodim 0713/Brebes, Jateng, di Masjid Darut Taqwa dan Gereja HKBP Brebes secara serentak.

Kegiatan itu diikuti ratusan jemaah dari unsur TNI, Polri, serta warga.

"Doa bersama ini untuk mewujudkan Indonesia dan Kabupaten Brebes yang aman dan tenteram dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara serta kerukunan umat beragama berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Dandim 0713/Brebes, Letkol Efdal Nazra.

(TS/DW/JI/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya