Kang Dedi Orasi di Demo Buruh

RZ/FL/N-1
18/11/2016 01:55
Kang Dedi Orasi di Demo Buruh
(MI/Reza Sunarya)

BUPATI Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi menemui sekitar 4.000 buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang sedang berunjuk rasa.

"Saya sengaja datang agar mereka tidak long march dan bikin macet. Kasihan tukang angkot, ojek, mereka tidak naik gaji, tapi dibikin macet. Mereka juga butuh makan," kata Dedi di lokasi demo buruh di kawasan Kota Bukit Indah, Purwakarta, kemarin.

Di hadapan buruh, Dedi mengaku tengah mencari format yang tepat terkait dengan upah minimum kabupaten (UMK).

Jika dia mengajukan UMK yang menyalahi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, pasti dikembalikan gubernur.

"Saya tidak boleh menyalahi aturan. Kalau menyalahi, saya bisa ditegur. Tiga kali ditegur, saya diberhentikan," tegas pria yang kerap disapa Kang Dedi tersebut.

Karena itu, Dedi pun berjanji melobi pengusaha agar bisa mendapati kesepakatan upah.

Sejumlah buruh menggunakan kesempatan pertemuan dengan Bupati Dedi untuk menyampaikan aspirasi.

Salah satunya menuntut kenaikan UMK 2016 lebih dari 15%.

Seperti diberitakan, UMK Purwakarta telah naik 8,25% sesuai dengan PP No 78 Tahun 2015 atau dari Rp2,9 juta menjadi Rp3,1 juta.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Ade Supyani mengaku puas dengan dialog tersebut.

"Poin pentingnya ialah buruh alas kaki akan dimasukkan ke buruh padat karya sehingga bisa ter-cover UMK. Semoga dengan formula yang kami rumuskan bersama Kang Dedi, seluruh pihak bisa sepakat," ujar dia.

Sementara itu, ratusan buruh di Kota Surabaya, Jawa Timur, terpaksa gigit jari lantaran tidak bisa bertemu dengan Wali Kota Tri Rismaharini.

Para buruh hendak mendatangi rumah Risma di Taman Pondok Indah Wiyung yang dijaga ratusan polisi.

Mereka juga tidak bisa menemui Risma yang sedang berada di luar negeri sehingga hanya bisa melakukan aksi menuntut revisi UMK di depan perumahan.

Para buruh menyatakan keberatan dengan UMK Surabaya yang diajukan Risma ke Gubernur Jawa Timur Soekarwo sebesar Rp3,2 juta.

"Alasan kami minta revisi karena Surabaya merupakan ibu kota provinsi, tapi UMK-nya malah lebih rendah daripada Kota Pasuruan yang sebesar Rp3,5 juta dan Sidoarjo Rp3,5 juta," kata juru bicara Gerakan Buruh Surabaya, Nurudin Hidayat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya