Pegawai RSUD Hentikan Mogok Kerja

BG/SY/Ant/N-2
18/11/2016 00:55
Pegawai RSUD Hentikan Mogok Kerja
(ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

MOGOK kerja digelar ratusan dokter, perawat, dan pelayanan kesehatan RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Riau, selama tiga hari.

Kemarin, mereka menghentikan aksi dan bekerja kembali.

"Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan kembali mogok pada 28 November. Kami menuntut tunjangan penambahan penghasilan sebesar 100% dan pembayaran segera jasa pelayanan yang tidak kami terima sejak awal 2016," ungkap Burhanuddin Agung, dokter gigi yang juga pegawai fungsional RSUD.

Selama mogok, para pegawai berkumpul di ruang serbaguna. Mereka tidak melayani pasien yang datang.

Hanya layanan instalasi gawat darurat yang tetap berjalan normal.

"Kami datang dari Rengat sejak Jumat pekan lalu untuk operasi batu ginjal. Akibat pemogokan, sudah tiga hari ini saya tidak mendapat tindakan medis," keluh Suro, 40, pasien.

Di Kalimantan Timur, pemerintah provinsi menghentikan izin operasional Rumah Sakit Islam Samarinda karena konflik internal di dalam Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi), pemilik.

Pemprov pun bertindak dengan mengakuisisi rumah sakit itu menjadi Rumah Sakit Islam AW Syahranie.

Namun, yayasan menolak. Gubernur Kaltim pun mencabut izin hak pinjam pakai gedung rumah sakit.

Pencabutan dilakukan dengan memasang plang berukuran 2x3 meter di depan pintu masuk rumah sakit.

Selain itu, terpampang spanduk BPJS Kesehatan yang menghentikan kerja sama dengan manajemen rumah sakit per 16 November.

Manajemen rumah sakit akhirnya menghentikan semua pelayanan operasional.

Akibatnya, beberapa pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain.

"Penghentian izin telah memengaruhi sistem operasional juga kerja sama dengan pihak ketiga yang menyuplai obat," kata Direktur Rumah Sakit Islam Sadik Sahir.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya