Penolak Pabrik Semen Diduga dari Luar Daerah

HT/N-2
18/11/2016 00:45
Penolak Pabrik Semen Diduga dari Luar Daerah
(ANTARA/R Rekotomo)

TIM advokasi PT Semen Indonesia menduga demonstrasi antipabrik semen di Rembang, Jawa Tengah, yang dilakukan LSM, mahasiswa, dan akademisi dilakukan untuk kepentingan kelompok tertentu. Kebanyakan peserta demo berasal dari luar Rembang dan terorganisasi rapi.

"Penolakan itu justru membuat warga asli di sekitar lokasi pembangunan pabrik resah. Mereka dilanda keta-kutan pabrik yang sudah hampir kelar pembangunannya gagal beroperasi," ungkap anggota tim advokasi Semen Indonesia, Achmad Michdan, di Semarang, kemarin.

Dengan didampingi sejumlah tokoh masyarakat di ring satu pabrik, dia menyatakan investigasi tim advokasi banyak menemukan fakta bahwa masyarakat Rembang sekitar pabrik sangat mengharapkan pembangunan pabrik jalan terus.

"Karena itu, kami berharap jangan ada fitnah mengatasnamakan warga untuk menolak pembangunan pabrik."

Saat ini, lanjutnya, kehidupan warga sangat tergantung kelanjutan operasional pabrik semen tersebut.

Pasalnya, warga akan merasakan manfaat pabrik semen karena banyak tenaga kerja akan terserap.

Sampai September, sudah 6.075 tenaga kerja terserap, 1.236 di antara mereka warga sekitar pabrik.

PT Semen Indonesia sudah menggulirkan dana CSR di lingkungan itu sebesar Rp7 miliar pada 2014, Rp13,5 miliar pada 2015, dan Rp20 miliar pada 2016.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya