Daerah Komitmen Jaga Kebersamaan

Lina Herlina
15/11/2016 04:41
Daerah Komitmen Jaga Kebersamaan
(ANTARA/Yusran Uccang)

SEJUMLAH daerah menegaskan komitmen dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan warga.

Aparat kepolisian juga mulai bergerak untuk memperketat pengamanan.

"Biarpun bumi berguncang, Sulsel tetap komit menjaga kebersamaan," tegas Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Sulsel, kemarin.

Dengan kebersamaan, lanjut dia, semua pihak melaksanakan tugas dan memberi dampak positif bagi warga.

"Terbukti, pendapatan rakyat baik, ekonomi kita tertinggi. Buat apa kacau-kacau?"

Kapolda Sulsel Irjen Anton Charliyan juga memperkirakan Sulsel tidak akan terpengaruh aksi teror.

"Kita juga punya kelompok antiradikal baik dari Polri maupun masyarakat serta ulama," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, sebagai antisipasi, personel kepolisian telah diperintahkan untuk mengamankan rumah ibadah.

"Karena yang datang maupun lewat belum tentu semuanya baik. Seperti yang terjadi di Samarinda kan hanya dilempar begitu saja," urai dia.

Pada Minggu (13/11), Juhandi alias Joh, 32, mantan narapidana kasus bom Puspitek Serpong dan bom buku di Jakarta pada 2011 melempar bom molotov ke depan Gereja Oikumene, Samarinda,

Kalimantan Timur. Intan Olivia Marbun, 2,6, meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit dan tiga korban lagi masih dirawat akibat lemparan bom itu.

Kelenteng Budi Dharma di Singkawang, Kalbar, kemarin dini hari dilempar bom molotov.

Pelaku belum tertangkap dan tidak ada korban dalam kejadian itu.

Dari Palembang, Sumatra Selatan, Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sumsel Akhmad Najib mengatakan, kondisi di daerahnya masih terjaga dan kondusif.

Apalagi, sambung dia, Gubernur Sumsel telah menetapkan persoalan keharmonisan antarumat beragama menjadi prioritas yang harus dijaga.

Brimob siaga

Dalam rangka pengamanan wilayah, Kapolda Jawa Timur Irjen Anton Setiadji memerintahkan pada seluruh jajarannya untuk meningkatkan patroli.

Dia juga memerintahkan pasukan Brimob untuk terus siaga.

Sebab, pasukan Brimob harus siap dimobilisasi untuk mengatasi aksi teror terutama di daerah-daerah rawan konflik.

"Untuk di Jawa Timur semoga aman tetap terkendali tidak terjadi apa-apa," kata Anton di Surabaya.

Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Erwin Triwanto di Banjarmasin mengatakan, selain pengerahan personel untuk pengamanan, kepolisian juga akan mengerahkan peran intelijen.

Adapun Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Anton Wahono mengatakan selain menempatkan personel kepolisian pada setiap kegiatan ibadah, polisi juga akan mengedepankan peran masyarakat, seperti lurah dan kepala desa sebagai ujung tombak intelijen.

Sementara itu, Gubernur Jambi Zumi Zola dalam peringatan HUT ke-71 Korps Brimob di Jambi, menegaskan stabilitas keamanan merupakan bagian penting untuk menjamin pembangunan.

(HS/DY/RF/LN/JS/DW/SL/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya